MAROS – Deru mesin armada pengangkut sampah dan sapuan lidi di aspal jalanan Kabupaten Maros bukan sekadar rutinitas pagi. Di balik kebersihan yang dinikmati warga “Butta Salewangang”, terdapat dedikasi tanpa batas dari Tim Adipura Reaksi Cepat Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Keikhlasan mereka kini berbuah manis dengan raihan Plakat dan Sertifikat Menuju Kota Bersih 2025, sebuah pengakuan prestisius yang dirayakan dalam suasana penuh kekeluargaan pada acara syukuran yang digelar oleh DLH Maros.
Hadir dengan penuh khidmat, Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., bersama Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, S.T., M.T. Kehadiran duet pemimpin ini menjadi simbol kuat bahwa isu lingkungan hidup berada di barisan terdepan dalam agenda pembangunan daerah.
Sinergi Kepemimpinan: Menata Kota dengan Hati
Dalam orasinya yang menggugah, Bupati Chaidir Syam menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah garis finis, melainkan batu pijakan menuju standar yang lebih tinggi. Ia memposisikan para petugas lapangan sebagai “pahlawan lingkungan” yang bekerja dalam senyap namun memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat.
“Apa yang kita raih hari ini adalah buah dari ketulusan Bapak dan Ibu sekalian di lapangan. Penghargaan ini bukan sekadar hiasan lemari kantor, melainkan manifestasi dari tetesan keringat para petugas yang memastikan Maros tetap hijau dan asri,” tegas Chaidir Syam di hadapan ratusan personel DLH.
Lebih lanjut, Bupati juga menjanjikan peningkatan infrastruktur pendukung kebersihan serta penguatan jaminan kesejahteraan bagi para petugas sebagai bentuk apresiasi konkret dari Pemerintah Kabupaten.
Selaras dengan hal tersebut, Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur yang memiliki latar belakang teknis, menyoroti pentingnya efisiensi dan ketepatan waktu dalam manajemen pengelolaan sampah. Menurutnya, kolaborasi antara kebijakan strategis di tingkat pimpinan dan kedisiplinan operasional di lapangan menjadi kunci utama Maros terus unggul dalam penilaian lingkungan di tingkat nasional.
DLH Maros: Soliditas Tanpa Batas
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros, Andi Irfan, tampak emosional saat memberikan laporan dalam acara tersebut. Baginya, Tim Adipura Reaksi Cepat adalah jantung dari DLH. Ia memuji respons cepat tim dalam menangani tumpukan sampah maupun keluhan warga di berbagai titik kota.
“Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk seluruh tim yang selama ini selalu kompak dan tak kenal lelah. Penghargaan ini adalah milik kalian yang berhadapan langsung dengan debu dan terik matahari setiap harinya,” ujarnya.
Namun, Andi Irfan juga memberikan catatan strategis untuk masa depan. Ia menargetkan transformasi pengelolaan sampah melalui penguatan Manajemen Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (MPSBM).
Target Utama: Maros menjadi Kota Bersih 2025 dengan standar Zero Waste.
Fokus Kerja: Optimalisasi bank sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Komitmen: Memperketat jadwal pengangkutan dan memastikan drainase kota bebas dari hambatan sampah.
Membidik Supremasi Kebersihan Nasional
Acara syukuran yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan sesi ramah tamah yang mempererat kebersamaan antara jajaran pemerintah dan petugas kebersihan. Spanduk bertuliskan “Syukuran atas Penghargaan Plakat Sertifikat Menuju Kota Bersih Tahun 2025” menjadi simbol komitmen kolektif menjaga standar kebersihan yang telah diraih.
Kabupaten Maros kini menatap tahun 2025 dengan optimisme tinggi. Di bawah komando Chaidir Syam dan Andi Muetazim Mansyur, visi menghadirkan daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi tetapi juga unggul secara ekologis semakin konkret. Maros tidak lagi sekadar kota transit, melainkan kota masa depan yang sehat, indah, dan nyaman bagi seluruh generasinya.
HAMZAN












