MAROS – Kondisi memprihatinkan kembali terlihat di ruas jalan poros Mangento Sudiang, Kabupaten Maros. Meski baru saja dibersihkan secara besar-besaran melalui aksi kolaborasi antara Pemerintah Desa, TNI, dan Satuan Tugas (Satgas) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros, tumpukan sampah kini terpantau kembali menghiasi tepi jalan tersebut.
Jalan yang menjadi jalur alternatif utama menuju Kota Makassar ini kini kembali dikeluhkan pengguna jalan karena aroma tak sedap dan pemandangan yang kumuh.
Pemerintah Kehabisan Cara
Menanggapi hal ini, pihak DLH Kabupaten Maros melalui Ahmad Fudael mengungkapkan rasa kecewanya. Ia mengaku pihaknya mulai kesulitan menghadapi rendahnya kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
“Kami sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Kesadaran masyarakat masih sangat kurang, sehingga sampah kembali bertaburan di tepi jalan tak lama setelah dibersihkan,” ujar Ahmad Fudael.
Minim Kesadaran, Langkah Tegas Dinanti
Upaya pembersihan yang melibatkan personel TNI dan armada Satgas DLH beberapa waktu lalu seolah sia-sia. Padahal, pemerintah daerah telah berulang kali memberikan imbauan agar warga tidak menjadikan bahu jalan sebagai tempat pembuangan sampah ilegal.
Kini muncul pertanyaan di tengah publik mengenai langkah konkret atau teguran seperti apa lagi yang harus diberikan agar masyarakat jera. Jika kesadaran tetap minim, kawasan ini dikhawatirkan akan terus menjadi titik kumuh yang mencoreng citra Kabupaten Maros, terutama di jalur lintasan menuju ibu kota provinsi.
Warga sekitar dan para pengguna jalan berharap adanya pengawasan yang lebih ketat, bahkan sanksi tegas bagi oknum yang tertangkap basah membuang sampah sembarangan di area tersebut.













