• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Sunday, April 5, 2026
Tujuhdetiknews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
TujuhDetikNews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini

Hotel Bantimurung Terbengkalai, Jadi Sorotan di Tengah Ikon Wisata “Kerajaan Kupu-Kupu”

admin by admin
05/04/2026
in Regional
Hotel Bantimurung Terbengkalai, Jadi Sorotan di Tengah Ikon Wisata “Kerajaan Kupu-Kupu”

MAROS – Taman Wisata Alam Bantimurung selama ini dikenal sebagai destinasi unggulan dengan julukan “The Kingdom of Butterfly”. Keindahan air terjun dan lanskap karst menjadikannya daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun, di balik pesona alam tersebut, keberadaan Hotel Bantimurung justru memunculkan kontras mencolok. Bangunan yang semestinya menjadi fasilitas penunjang wisata itu kini terlihat terbengkalai dan dinilai mengganggu estetika kawasan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi fisik hotel tampak mengalami penurunan signifikan. Cat bangunan mengelupas, dinding ditumbuhi lumut, serta sejumlah bagian mulai tertutup vegetasi liar. Alih-alih menjadi penginapan representatif, bangunan tersebut kini menyerupai gedung kosong yang tidak terawat.

Kondisi ini turut memunculkan kesan tidak nyaman bagi pengunjung. Selain merusak pemandangan, keberadaan hotel yang tampak “mati” tersebut dinilai berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk menginap di kawasan Bantimurung.

Dari sisi ekonomi, kondisi hotel tersebut juga dinilai berdampak pada potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang relatif stabil setiap tahun, fasilitas akomodasi sebenarnya memiliki peluang besar untuk mendukung pemasukan daerah.

Namun, kenyataannya wisatawan cenderung memilih menginap di luar kawasan, bahkan kembali ke Kota Makassar, karena fasilitas hotel dinilai tidak memadai. Di sisi lain, pembiaran yang berlangsung lama juga berisiko memperparah kerusakan bangunan dan meningkatkan biaya perbaikan di masa mendatang.

Situasi ini memicu perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan pemerhati pariwisata. Mereka menilai perlu adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi hotel serta menyusun rencana penataan ulang.

Sejumlah gagasan pun mengemuka, mulai dari konsep pengembangan berbasis eco-resort yang selaras dengan lingkungan karst, hingga modernisasi fasilitas agar sesuai dengan standar penginapan yang lebih kompetitif.

Selain itu, aspek pengelolaan juga dinilai perlu diperkuat agar aset daerah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak kembali terbengkalai.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi, mengakui adanya kendala dalam pemeliharaan hotel selama ini.

“Kondisi ini terjadi karena memang tidak pernah ada alokasi biaya pemeliharaan untuk hotel tersebut. Oleh karena itu, langkah strategis yang diambil Pemerintah Kabupaten Maros saat ini adalah merencanakan pengalihan pengelolaan TWA Bantimurung, termasuk hotel di dalamnya, kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Keberadaan bangunan yang tidak terawat di kawasan wisata unggulan dinilai dapat memengaruhi citra pariwisata daerah. Karena itu, publik kini menanti langkah konkret Pemerintah Kabupaten Maros dalam menghidupkan kembali fungsi Hotel Bantimurung sebagai penunjang utama destinasi wisata tersebut.

HAMZAN

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sinergi Pemerintah dan Warga, Desa Temmapaduae Gelar Aksi Bersih Desa

Related Posts

Sinergi Pemerintah dan Warga, Desa Temmapaduae Gelar Aksi Bersih Desa
Regional

Sinergi Pemerintah dan Warga, Desa Temmapaduae Gelar Aksi Bersih Desa

04/04/2026
Sebanyak 18 Petugas Lapas Kelas II B Kabupaten Maros Naik Pangkat 
Regional

Sebanyak 18 Petugas Lapas Kelas II B Kabupaten Maros Naik Pangkat 

02/04/2026
MODUS BARCODE PETANI: DINAS PERTANIAN MAROS PERKETAT PENGAWASAN SOLAR SUBSIDI
Regional

MODUS BARCODE PETANI: DINAS PERTANIAN MAROS PERKETAT PENGAWASAN SOLAR SUBSIDI

02/04/2026

POPULAR NEWS

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

30/03/2026
Arogansi Pemilik Alat Berat, Dua Warga Masale Maros Jadi Korban Penganiayaan

Arogansi Pemilik Alat Berat, Dua Warga Masale Maros Jadi Korban Penganiayaan

29/03/2026
BUMDes Jaya Mandiri Tenrigangkae Gelar Panen Raya Ikan Nila, Dorong Ekonomi Desa

BUMDes Jaya Mandiri Tenrigangkae Gelar Panen Raya Ikan Nila, Dorong Ekonomi Desa

27/02/2026
Cuaca Ekstrem, Disdikbud Maros Liburkan Sementara Kegiatan Belajar Tatap Muka

Cuaca Ekstrem, Disdikbud Maros Liburkan Sementara Kegiatan Belajar Tatap Muka

24/02/2026
Indahnya Berbagi, Komunitas Gardu Shonic Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil di Makassar

Indahnya Berbagi, Komunitas Gardu Shonic Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil di Makassar

07/03/2026

EDITOR'S PICK

KPJ Makassar menerima bantuan alat musik dari kementerian kebudayaan melalui IMJ

KPJ Makassar menerima bantuan alat musik dari kementerian kebudayaan melalui IMJ

08/03/2026
LKBH Maros Gelar Bukber dan Konsultasi Hukum Gratis, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

LKBH Maros Gelar Bukber dan Konsultasi Hukum Gratis, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

09/03/2026
Akselerasi Data Pemilih Inklusif: KPU Maros dan Dinsos Perkuat Sinergi Update Data Disabilitas

Akselerasi Data Pemilih Inklusif: KPU Maros dan Dinsos Perkuat Sinergi Update Data Disabilitas

04/03/2026
VIRAL: Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Polsek Wajo, Kejar Polisi Pakai Obeng!

VIRAL: Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Polsek Wajo, Kejar Polisi Pakai Obeng!

24/03/2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy