MAKASSAR – Keluhan demi keluhan terus bergejolak dari warga Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Hingga hari ini, krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut tak kunjung menemui titik terang. Ironisnya, di tengah kondisi keran yang “mati suri” selama berbulan-bulan, tagihan bulanan dari PDAM Kota Makassar justru tetap mengalir lancar tanpa kompromi.
Menunggu Fajar demi Setetes Air
Kondisi ini memaksa warga setempat harus berjibaku melawan kantuk setiap malamnya. Salah seorang warga mengungkapkan rasa frustrasinya lantaran harus terjaga hingga dini hari demi menanti air mengalir, namun hasilnya seringkali nihil.
“Ini sudah berbulan-bulan air tidak mengalir. Tiap malam saya tidak tidur sampai pagi menunggu, tapi tidak ada setetes pun air yang keluar. Padahal sebelum ada perbaikan pipa di wilayah lain, aliran air ke rumah kami sangat lancar,” keluh warga dengan nada kecewa.
Warga merasa heran karena meski perbaikan pipa induk di sebagian wilayah telah selesai, distribusi ke arah Daya justru mampet total. Jika pun air mengalir, durasinya sangat singkat dan hanya terjadi pada jam-jam tertentu saat warga seharusnya beristirahat.
Respons PDAM Dinilai Lamban dan Tak Beri Solusi
Warga mengaku telah berulang kali mencoba melakukan konfirmasi dan mengadu ke pihak PDAM Makassar. Namun, bukannya solusi yang didapat, warga justru merasa dipermainkan oleh birokrasi dan ketidaktahuan petugas di lapangan.
Minim Klarifikasi: Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang jelas mengenai penyebab teknis kemacetan air di wilayah tersebut.
Petugas Tak Paham Masalah: Warga menyayangkan adanya petugas yang justru mengaku tidak tahu-menahu mengenai akar permasalahan saat dilakukan pengecekan di lokasi.
Janji Tinggal Janji: Pengecekan yang dijanjikan petugas dianggap hanya formalitas belaka karena tidak ada perubahan nyata pada debit air di rumah pelanggan.
Harapan pada Kepemimpinan Baru
Krisis ini sejatinya merupakan luka lama. Masalah mulai terasa sejak tahun 2025 lalu, di mana aliran air terhenti selama berbulan-bulan. Meski saat ini Makassar telah memasuki musim penghujan yang seharusnya meningkatkan ketersediaan sumber air baku, nyatanya layanan PDAM di Kelurahan Daya masih jauh dari kata normal.
Kini, warga menumpukan harapan besar kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk segera turun tangan membenahi manajemen distribusi air bersih.
“Kami berharap Pak Wali Kota memberikan solusi nyata. Masa tagihan lancar terus, tapi air dua hari sekali saja belum tentu menyala. Kami ini pelanggan, kami bayar kewajiban kami, tapi hak kami mendapatkan air bersih diabaikan,” pungkas salah satu warga Kelurahan Daya.
Hingga saat ini, redaksi masih berusaha menghubungi jajaran direksi PDAM Kota Makassar guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut terkait persoalan yang mencekik warga Biringkanaya ini.













