Maros — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan jajaran petugas dan ratusan warga binaan, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel pegawai tersebut diikuti para narapidana dengan tertib. Acara diawali dengan tausiah singkat, dilanjutkan dengan refleksi kisah kehidupan warga binaan, serta doa bersama menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros, Ali Imran, menyampaikan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.
“Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan diri, sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara petugas dan warga binaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga sebagai sarana membangun suasana kekeluargaan di dalam lingkungan lapas.
“Kegiatan ini bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi ajang mempererat silaturahmi. Kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan agar warga binaan tetap semangat menjalani proses pembinaan,” tambahnya.
Dorong Pembinaan yang Humanis
Ali Imran juga menekankan bahwa berbagai program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas dirancang untuk membekali warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
Program tersebut mencakup pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan setelah masa pidana berakhir.
“Manfaatkan setiap program pembinaan yang kami berikan sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial IL menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar selama Ramadan.
“Kami merasa nyaman dengan adanya kegiatan buka puasa ini. Kegiatan seperti ini membuat kami semakin termotivasi untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros berharap dapat menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis, dengan menekankan nilai kebersamaan sebagai bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan sebelum kembali ke lingkungan sosial.













