MAKASSAR,– Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti agenda buka puasa bersama yang digelar KPJ Makassar di sekretariat kampung seni KPJ di jalan Hasanuddin kota Makassar, Jumat malam (6/3/2026).
Momentum suci Ramadan 1447 Hijriah ini menjadi saksi bersejarah bagi para pegiat seni kelompok penyanyi jalanan di Sulawesi Selatan. Melalui Institut Musik Jalanan (IMJ),para musisi jalanan yang bernaung di bawah Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Makassar resmi menerima bantuan instrumen musik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Bantuan ini bukan sekadar serah terima barang, melainkan simbol apresiasi negara terhadap eksistensi musisi jalanan sebagai pilar penyangga ekosistem kebudayaan nasional. Dengan perangkat musik yang lebih mumpuni dan layak, para musisi jalanan kini memiliki modal kuat untuk bertransformasi—dari sekadar penghibur ruang publik menjadi penampil profesional yang mampu menyajikan karya bernilai estetika tinggi bagi masyarakat luas.
Koordinator IMJ makassar sekaligus Ketua KPJ Makassar, Bahar Karca, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan tersebut. Di hadapan rekan-rekan musisi, ia menegaskan bahwa atensi ini adalah bentuk pengakuan nyata negara atas kiprah mereka di tengah hiruk-pikuk kota.
“Ini adalah suntikan semangat yang luar biasa bagi kami. Bantuan ini adalah pengakuan bahwa musisi jalanan adalah bagian dari kekayaan literasi budaya bangsa yang patut diapresiasi, bukan dipandang sebelah mata,” ujar Bahar Karca dengan nada optimis.
Dalam kesempatan tersebut, Bahar secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas instansi yang terjalin harmonis:
Pemerintah Pusat: Penghormatan setinggi-tingginya kepada Presiden RI atas komitmen keberpihakan pemerintah dalam merangkul seluruh elemen pekerja seni, tanpa terkecuali.
Kementerian Kebudayaan: Ucapan terima kasih kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang dinilai sangat responsif dan peka terhadap dinamika kebutuhan komunitas seni di tingkat akar rumput.
Dukungan Strategis: Penghargaan khusus diberikan kepada Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, serta Rektor IMJ, Andi Malewa.
Keduanya dipandang sebagai motor penggerak yang konsisten membina dan memperjuangkan standarisasi kualitas bagi musisi jalanan di seluruh penjuru Indonesia.
Inisiatif yang dimotori oleh Andi Malewa melalui IMJ ini memang telah menjadi mercusuar bagi musisi jalanan untuk “naik kelas”. Kolaborasi antara komunitas, institusi pendidikan musik, dan pemerintah ini diproyeksikan mampu meruntuhkan stigma negatif yang selama ini melekat. Kini, citra musisi jalanan mulai bergeser menjadi insan kreatif yang produktif, berdaya saing, dan memiliki posisi tawar di industri kreatif nasional.
Dengan peralatan yang kini jauh lebih memadai, KPJ Makassar telah menyusun peta jalan strategis. Mereka berkomitmen untuk mengintensifkan pelatihan teknik bermusik secara berkala hingga menggelar pertunjukan rutin yang lebih terorganisir di berbagai titik ikonik kota Makassar.
Langkah progresif ini diharapkan menjadi pilot project atau model percontohan bagi komunitas seni serupa di kota-kota lain. Dengan semangat “Pengamen Naik Kelas”, musisi jalanan kini tidak lagi sekadar bertahan hidup, melainkan mulai menata masa depan untuk berkontribusi lebih besar dalam khazanah musik Indonesia.
HAMZAN













