MAROS – Kelangkaan komoditas bumbu dapur, khususnya cabai rawit atau cabai kecil, mulai dikeluhkan warga dan pedagang di Kabupaten Maros. Kondisi ini terpantau terjadi sejak menjelang Idul Fitri hingga memasuki H+ seminggu pasca-lebaran.
Salah seorang pedagang bumbu dan rempah di pasar lokal, Markeda, mengungkapkan bahwa stok cabai rawit saat ini sangat sulit didapatkan. Menurutnya, kelangkaan ini membuat para pedagang kesulitan memenuhi permintaan konsumen yang masih tinggi di masa arus balik.
“Stok lombok kecil mulai langka dari sebelum Lebaran sampai sekarang. Kondisinya sulit sekali, biar kami mau beli dengan harga mahal untuk dijual kembali, barangnya tetap tidak ada di tingkat pengepul,” ujar Markeda saat ditemui di lapaknya.
Hal senada dikeluhkan oleh konsumen. Alifia Flanella, seorang warga Maros, mengaku sudah berkeliling ke beberapa titik pasar namun hasilnya nihil. Ia tidak menemukan stok cabai kecil di lapak langganannya yang biasanya rutin menyediakan sayuran segar.
“Saya sudah mutar-mutar ke beberapa pasar, tapi lombok kecil kosong. Di tempat langganan saya beli sayur juga belum ada masuk stok baru,” keluhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab utama terputusnya rantai pasokan cabai rawit ke wilayah Maros. Namun, kuat dugaan hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca di daerah penghasil serta belum normalnya aktivitas distribusi logistik pasca-libur panjang lebaran.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan pemantauan stok di lapangan guna mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi akibat kelangkaan ini.













