MAROS – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia yang ke-22 tahun ini menjadi catatan penting bagi penguatan mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat daerah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, A. Zulkifli Riswan Akbar, S.STP, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus harapan besar bagi seluruh personil Tagana, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Maros.
Dalam keterangannya, Zulkifli menegaskan bahwa eksistensi Tagana selama lebih dari dua dekade merupakan bukti dedikasi relawan berbasis masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di tengah ancaman bencana alam maupun sosial. Ia menekankan pentingnya internalisasi semangat “Sigap, Tangguh, dan Berani” sebagai landasan utama dalam setiap misi kemanusiaan.
Pilar Utama Penanggulangan Bencana
Sebagai garda terdepan di bawah naungan Dinas Sosial, Tagana dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya penyelamatan, penyaluran logistik, hingga pemulihan pascabencana.
“Usia 22 tahun adalah fase kematangan. Kami berharap Tagana Indonesia, khususnya di Kabupaten Maros, semakin profesional dan responsif. Tantangan perubahan iklim menuntut personil untuk selalu Sigap dalam mendeteksi dini, Tangguh menghadapi medan seberat apa pun, dan Berani mengambil tindakan demi keselamatan masyarakat,” ujar A. Zulkifli.
Inovasi dan Sinergi di Kabupaten Maros
Di bawah kepemimpinan A. Zulkifli Riswan Akbar, Dinas Sosial Maros terus berupaya memperkuat kapasitas Tagana melalui berbagai pelatihan peningkatan skill dan koordinasi lintas sektor. Mengingat geografis Kabupaten Maros yang memiliki titik rawan banjir dan longsor, sinergi antara pemerintah daerah dan relawan menjadi kunci utama.
Peringatan HUT ke-22 ini juga dijadikan momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota Tagana.
Zulkifli berharap semangat kerelawanan ini tidak pernah padam, mengingat Tagana bekerja dengan hati untuk membantu sesama tanpa mengharap imbalan.
Harapan Kedepan
Mengakhiri pernyataannya, Kadis Sosial Maros mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar Tagana dari Sabang sampai Merauke.
Peningkatan Kompetensi: Mendorong literasi kebencanaan bagi setiap anggota.
Solidaritas: Memperkuat jejaring komunikasi agar respons di lapangan semakin cepat.
Pengabdian: Tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam urusan kemanusiaan.
“Dirgahayu Tagana Indonesia ke-22. Teruslah berkarya dan menebar manfaat. Bersama kita wujudkan masyarakat yang tanggap bencana,” pungkasnya dengan penuh semangat.













