MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah konkret ini dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pendistribusian MBG yang menyasar kelompok rentan, yakni Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), dan Balita Non-PAUD (3B).
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026 ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB) Kabupaten Maros, Muhammad Aris, S.Sos., M.Si.
Dalam arahannya, Muhammad Aris menekankan bahwa efektivitas program MBG sangat bergantung pada akurasi data dan ketepatan mekanisme distribusi di lapangan. Program ini secara khusus difokuskan pada kategori 3B, yaitu:
Ibu Hamil (Bumil): Guna mencegah bayi lahir stunting sejak dalam kandungan.
Ibu Menyusui (Busui): Memastikan asupan nutrisi ibu terjaga demi kualitas ASI eksklusif.
Balita Non-PAUD: Menjangkau anak-anak usia dini yang belum tersentuh layanan pendidikan formal namun berada dalam masa pertumbuhan emas (golden age).
“Kami ingin memastikan bahwa intervensi gizi ini tidak hanya tepat jumlah, tetapi juga tepat sasaran. Kelompok 3B adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi emas Maros di masa depan,” ujar Muhammad Aris di hadapan para peserta Rakor
Rakor ini dihadiri oleh berbagai elemen teknis, mulai dari jajaran internal DP3A, perwakilan Puskesmas, hingga kader penggerak di tingkat kecamatan dan desa. Sinergitas ini dibangun agar proses pendistribusian tidak menemui kendala administratif maupun logistik di lapangan.
Poin Utama Hasil Koordinasi:
Validasi Data: Melakukan pemutakhiran data “by name by address” agar bantuan tidak tumpang tindih.
Logistik Terpadu: Menyusun skema distribusi yang menjangkau wilayah pelosok agar akses gizi merata.
Edukasi Gizi: Pendistribusian makanan akan dibarengi dengan edukasi pola asuh dan kebersihan lingkungan (sanitasi).
Langkah proaktif Pemkab Maros melalui DP3A-Dalduk KB ini selaras dengan slogan “BerAKHLAK” dan semangat Bangga Melayani Bangsa. Dengan adanya koordinasi yang matang, diharapkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Maros dapat ditekan secara signifikan melalui intervensi nutrisi yang berkelanjutan.
Pertemuan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut di tingkat daerah.













