MAROS– Kondisi infrastruktur jalan di wilayah pelosok Kabupaten Maros kini tengah menjadi sorotan tajam. Sebuah akses jalan beton di Dusun Sejahtera, Desa Bonto Manurung,
Kecamatan Tompobulu, dilaporkan dalam kondisi kritis dan sangat membahayakan pengguna jalan. Pantauan di lokasi menunjukkan struktur beton jalan kini dalam posisi tergantung akibat tanah penopang di bawahnya terkikis abrasi dan pergeseran tanah.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga desa. Jika tidak segera mendapat penanganan serius, kawasan tersebut diprediksi akan mengalami longsor total yang berpotensi memutus akses desa sekaligus memicu kecelakaan lalu lintas yang fatal.
Harapan Pemerintah Desa: Cegah Sebelum Terjadi Musibah
Kepala Desa Bonto Manurung,
Mustakim, S.A.P , mengungkapkan kegelisahan warganya terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Maros melalui dinas terkait memberikan atensi khusus sebelum jatuh korban jiwa.
“Kami sangat berharap Pemerintah Daerah segera turun tangan membenahi titik jalan ini. Kondisinya sudah menggantung dan sangat rawan longsor. Jangan sampai kita menunggu ada kejadian atau hal-hal yang tidak diinginkan baru ada pergerakan,” tegas Mustakim saat dikonfirmasi media.
Menurutnya, urgensi perbaikan ini bukan sekadar soal kenyamanan berkendara, melainkan murni mengenai keselamatan nyawa manusia. Mengingat cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah dataran tinggi Tompobulu, risiko amblasnya jalan beton tersebut semakin meningkat setiap harinya.
Lebih lanjut, Mustakim membeberkan bahwa pihak pemerintah desa sebenarnya sudah melakukan upaya koordinasi sejak jauh hari. Bahkan, tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maros disebut telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
Status Terakhir: Sudah dilakukan survei lapangan oleh Dinas PU beberapa bulan lalu.
Kenyataan di Lapangan: Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pengerjaan fisik atau tindak lanjut nyata.
Ketidakpastian ini membuat warga yang melintas harus ekstra waspada, terutama saat malam hari atau saat hujan deras mengguyur.
Masyarakat Desa Bonto Manurung kini menaruh harapan besar pada kebijakan Bupati Maros untuk menginstruksikan percepatan perbaikan infrastruktur di wilayah mereka. Penanganan darurat berupa pembangunan dinding penahan tanah (talud) atau penguatan struktur dasar jalan dianggap sebagai solusi mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih swadaya memberikan tanda peringatan ala kadarnya di sekitar lokasi agar para pengendara lebih berhati-hati saat melintasi beton yang menggantung tersebut.
Achil













