MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengambil langkah progresif dalam memodernisasi komunikasi publik.
Bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Komdigi Makassar, pelatihan bertajuk Artificial Intelligence (AI) for Content Creator/Aparatur Digital sukses digelar secara daring selama empat hari, mulai Selasa (5/05) hingga Jumat (8/05/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola media sosial dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kantor Kecamatan se-Kabupaten Maros. Fokus utamanya adalah membekali para aparatur dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menciptakan konten pemerintah yang lebih kreatif, edukatif, dan jauh dari kesan kaku.
Dalam laporannya, Kepala BKPSDM Maros, Andi Sri Wahyuni, menyampaikan pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman di mana kecepatan dan kualitas informasi digital menjadi kunci kepercayaan publik.
”Selama empat hari, para peserta telah mendalami berbagai perangkat AI, mulai dari pengolahan teks, desain grafis, hingga produksi konten. Kami ingin setiap OPD dan Kecamatan memiliki ‘wajah’ digital yang segar sehingga masyarakat Maros bisa mendapatkan informasi pembangunan dengan cara yang menyenangkan,” lapor Andi Sri Wahyuni.
Acara penutupan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala BBLSDM Komdigi Makassar, Drs. Baso Saleh.
Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Maros yang sangat responsif terhadap perkembangan teknologi AI.
Menurutnya, kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan informatif di Sulawesi Selatan.
Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H., menutup secara resmi kegiatan ini via daring pada Jumat sore (8/05/2026).
Dalam sambutannya, Bupati yang dikenal sangat peduli pada literasi digital ini menekankan bahwa penguasaan AI adalah cara untuk memanusiakan birokrasi di ruang digital.
”Kita tidak ingin lagi ada jarak antara pemerintah dan warga karena bahasa yang terlalu kaku di media sosial. Dengan AI, saya instruksikan kepada seluruh pengelola medsos OPD dan Kecamatan: jadilah kreatif! Ubah laporan kerja yang membosankan menjadi cerita pembangunan yang menginspirasi,” tegas Chaidir Syam.
Beliau juga menambahkan bahwa teknologi AI harus dipandang sebagai asisten cerdas yang mempermudah kerja ASN, bukan pengganti peran manusia.
”Gunakan AI untuk efisiensi, tapi tetap masukkan hati dan kearifan lokal Maros di dalamnya. Saya ingin masyarakat tahu bahwa Maros terus berbenah, dan informasi itu harus sampai ke tangan mereka dengan kemasan yang menarik dan mudah dipahami,” tutup Bupati Maros di akhir arahannya.
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan wajah media sosial instansi pemerintah di Kabupaten Maros akan tampil lebih dinamis, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan memberikan pelayanan informasi yang berkualitas bagi masyarakat Butta Salewangang. (Humas Kominfo Maros)













