Makassar – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap bulan Juni, kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem global kini semakin membumi hingga ke tingkat akar rumput. Di Kota Makassar, semangat tersebut diaktualisasikan secara nyata oleh puluhan warga RT 04 RW 04 Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya. Pada Minggu pagi (6/6), mereka serentak turun ke jalan menggelar aksi kerja bakti massal yang masif dan terstruktur.
Mengusung tema sentral mengenai urgensi kepedulian lingkungan yang diinisiasi dari klaster terkecil—yakni lingkungan domestik dan sekitar tempat tinggal—kegiatan ini merefleksikan kembali budaya gotong royong yang mulai mengikis di era modernisasi perkotaan.
Mobilisasi Massa dan Semangat Gotong Royong
Sejak pukul 06.30 WITA, atmosfer di kawasan pemukiman RT 04 Kelurahan Daya sudah tampak dinamis. Denyut aktivitas warga beralih menjadi gerakan kolektif. Puluhan warga dari berbagai lintas generasi—mulai dari kelompok remaja yang melek isu ekologi, orang dewasa, hingga para lansia—tampak memadati titik kumpul utama dengan antusiasme tinggi.
Masing-masing warga melengkapi diri dengan berbagai peralatan sanitasi, seperti sapu lidi, cangkul, sekop, hingga karung-karung berukuran besar untuk menampung limbah domestik. Kehadiran seluruh elemen masyarakat ini menegaskan bahwa isu lingkungan bukan lagi sekadar wacana elite, melainkan kebutuhan riil masyarakat urban.
Tiga Fokus Strategis Penataan Lingkungan
Guna memastikan aksi kerja bakti berjalan efektif dan berdampak jangka panjang, pengurus rukun tetangga setempat membagi jalannya kegiatan ke dalam tiga fokus program taktis, antara lain:
- Pembersihan dan Revitalisasi Saluran Air (Drainase): Menjadi prioritas utama, warga berfokus mengeruk sedimen lumpur yang mengalami pendangkalan serta mengangkat sumbatan sampah plastik. Langkah mitigasi ini diambil sebagai upaya preventif mengantisipasi terjadinya genangan air dan luapan banjir lokal, mengingat intensitas cuaca yang kerap tidak menentu di wilayah Biringkanaya.
- Penataan dan Estetika Ruang Terbuka Hijau (RTH): Aksi ini meliputi pemangkasan ranting-ranting pohon yang dinilai terlalu rimbun dan berpotensi membahayakan instalasi kabel listrik, serta pembersihan gulma dan rumput liar di sepanjang koridor jalan utama RT 04 guna mengembalikan estetika dan keasrian lingkungan.
- Edukasi Pemilahan Sampah secara Mandiri: Tidak sekadar mengumpulkan limbah, warga juga mulai diedukasi untuk memisahkan sampah berdasarkan karakteristiknya, yakni sampah organik dan anorganik. Sampah-sampah anorganik yang bernilai ekonomis dipisahkan agar dapat disalurkan ke fasilitas daur ulang (recycling), sebagai bentuk implementasi circular economy skala kecil.
Momentum Kebangkitan Kesadaran Kolektif
Ketua RT 04 RW 04 Kelurahan Daya dalam orasi singkatnya di sela-sela kegiatan menegaskan, agenda kerja bakti massal ini tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai rutinitas kebersihan seremonial belaka. Sebaliknya, momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dijadikan sebagai batu loncatan untuk membangun kesadaran ekologis yang menetap di sanubari setiap warga.
“Hari Lingkungan Hidup ini merupakan pengingat sekaligus alarm bagi kita semua. Bumi ini adalah warisan bersama yang harus kita rawat keberlanjutannya, dan langkah konkret tersebut wajib dimulai dari halaman rumah kita sendiri. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga atas soliditas serta kekompakan warga RT 04 yang bersedia meluangkan waktu demi kelestarian lingkungan kita,” ungkapnya dengan nada optimis.
Merajut Silaturahmi Lewat Tradisi Swadaya
Di balik misi penyelamatan lingkungan, kegiatan yang berlangsung dinamis hingga menjelang siang hari ini terbukti efektif menjadi katalisator dalam mempererat tali silaturahmi dan interaksi sosial antarwarga yang mungkin sempat renggang akibat kesibukan kerja sehari-hari.
Kehangatan interaksi sosial tersebut mencapai puncaknya saat seluruh rangkaian kerja bakti ditutup dengan tradisi makan siang bersama. Uniknya, hidangan makan siang tersebut disiapkan secara swadaya dan gotong royong oleh kaum ibu di lingkungan RT 04 melalui dapur umum darurat yang didirikan sejak pagi.
Nilai-nilai luhur kepedulian lingkungan yang dibalut dengan kebersamaan sosial ini diharapkan dapat menjadi role model atau percontohan bagi wilayah-wilayah rukun tetangga lainnya di Kota Makassar dalam mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan humanis.
Achil













