MAKASSAR – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan terpancar kuat dalam agenda silaturahmi yang digelar oleh komunitas pecinta alam, Organisasi Petualangan Alam Bebas (OPAB) GEMPA Makassar.
Bertempat di Kompleks Minasa Upa Blok L No. 14, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, puluhan rimbawan berkumpul untuk merajut kembali tali persaudaraan di bulan suci Ramadhan, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan amaliah Ramadhan ini menjadi momentum krusial bagi para penggiat alam bebas di Sulawesi Selatan untuk melepas rindu sekaligus memperkuat jejaring komunikasi.
Anggota aktif yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan tampak hadir memadati lokasi acara yang berlangsung khidmat.
Koordinator kegiatan, Muhlis Kudo, mengungkapkan bahwa agenda buka puasa bersama ini merupakan tradisi tahunan yang terus dijaga konsistensinya.
Menurutnya, esensi dari kegiatan ini bukan sekadar makan bersama, melainkan menjaga api persaudaraan agar tetap menyala di luar aktivitas lapangan.
pasca-lebaran “Tujuan utama kami adalah mempererat silaturahmi sesama pecinta alam, khususnya yang berdomisili di Kota Makassar dan sekitarnya. Ini adalah ruang bagi kami untuk saling bertukar kabar dan menjaga solidaritas,” ujar Muhlis di sela-sela acara.
Tak hanya dihadiri oleh internal internal OPAB GEMPA, sejumlah perwakilan dari berbagai organisasi pecinta alam di Makassar juga turut hadir, menambah kental suasana inklusif dalam lingkaran persaudaraan tersebut.
Lebih lanjut, Muhlis membocorkan bahwa setelah hari raya Idul Fitri nanti, para petualang ini sudah merencanakan aksi kembali ke alam. Lembah Lohe menjadi destinasi yang dipilih untuk kegiatan camping bersama guna mengisi agenda pasca-lebaran.
“Insya Allah, habis lebaran nanti kami sudah jadwalkan untuk kegiatan hutan. Kita akan camp-camp di Lembah Lohe sebagai bentuk syukur dan kembali ke alam,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, OPAB GEMPA Makassar berharap nilai-nilai kepedulian yang dipupuk selama bulan suci dapat terus terimplementasi dalam setiap langkah mereka, baik di tengah masyarakat maupun saat menjelajahi belantara Sulawesi Selatan.













