MAKASSAR – Momentum bulan suci Ramadan kembali menjadi ajang bagi para seniman yang tergabung dalam Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Makassar untuk menebar kebaikan. Mengusung tajuk “Ramadan Berbagi 1447 H”, komunitas ini menggelar aksi sosial yang dipusatkan di markas mereka, Kampung Seni KPJ Makassar, pada Jumat (06/03/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk manifestasi kepedulian sosial dari para musisi dan seniman jalanan terhadap sesama, sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan internal maupun eksternal komunitas.
Ketua KPJ Makassar, Bahar Karca, menekankan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif anggota komunitas untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Makassar, khususnya di tengah suasana khidmat bulan Ramadan.
Ramadan Berbagi ini adalah cara kami, para pekerja seni jalanan, untuk membuktikan bahwa seni tidak hanya soal ekspresi di atas panggung atau di trotoar, tapi juga soal empati. Kami ingin kehadiran KPJ Makassar memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar dan mereka yang membutuhkan,” ujar Bahar Karca di sela-sela persiapan acara.
Beliau juga menambahkan bahwa pemilihan lokasi di Kampung Seni KPJ Makassar bertujuan untuk memperkenalkan sisi humanis dari ekosistem seni kota ini. Menurutnya, melalui berbagi, citra positif seniman jalanan dapat terus terjaga dan semakin menyatu dengan denyut nadi masyarakat.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Aksi sosial yang berlangsung hari ini mencakup beberapa agenda utama:
Pembagian Paket Sembako: Menargetkan warga kurang mampu di sekitar wilayah Kampung Seni.
Berbagi Takjil Gratis: Ditujukan bagi pengguna jalan dan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Panggung Musik Religi: Penampilan akustik dari anggota KPJ sebagai bentuk syiar melalui nada.
Buka Puasa Bersama: Menyatukan seluruh elemen anggota KPJ, tokoh masyarakat, dan donatur dalam satu meja persaudaraan.
Melalui semangat Ramadan 1447 H, KPJ Makassar berharap aksi ini dapat menginspirasi komunitas hobi dan seni lainnya di Sulawesi Selatan untuk terus bergerak melakukan aksi-aksi kemanusiaan.
“Kami ingin semangat ini terus menyala, tidak hanya di bulan Ramadan.
Namun, Ramadan menjadi momentum recharge energi spiritual kami untuk terus berkarya dan berbagi sepanjang tahun,” pungkas Bahar dengan penuh optimisme.
Aksi ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan adanya inisiatif nyata dari para pelaku seni di Kota Daeng ini.
HAMZAN













