MAROS – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros bergerak cepat melakukan pemantauan ketersediaan komoditas pangan usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga maupun kelangkaan stok di pasar-pasar tradisional.
Sekretaris Dinas Pertanian Maros, Nini Adriany Nurdin, menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi pangan di wilayah Kabupaten Maros masih menunjukkan tren yang stabil.
Pihaknya optimis ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjaga meskipun konsumsi rumah tangga sempat meningkat drastis selama lebaran.
“Kami berharap kondisi pangan di Kabupaten Maros tetap stabil pasca lebaran ini. Fokus kami adalah memastikan jalur distribusi dari petani ke pasar tetap lancar sehingga tidak terjadi gejolak harga yang memberbankan masyarakat,” ujar Nini Adriany Nurdin saat ditemui di ruang kerjanya.
Optimalisasi Produksi Lokal
Selain memantau pasar, Nini menambahkan bahwa stabilitas pangan di Maros didukung oleh hasil panen lokal yang cukup melimpah. Sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, Maros memiliki cadangan beras dan palawija yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Dinas Pertanian juga terus berkoordinasi dengan para penyuluh di lapangan untuk memantau masa tanam dan panen petani, guna memastikan siklus produksi tidak terganggu oleh perubahan cuaca.
“Stabilitas ini bukan hanya soal harga, tapi soal ketersediaan. Kami ingin masyarakat Maros tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari,” tutupnya.
HAMZAN











