MAROS – Kawasan Wisata Alam (KWA) Bantimurung, Kabupaten Maros, kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu destinasi wisata primadona di Sulawesi Selatan. Memasuki momentum libur sekolah yang bertepatan dengan akhir pekan (weekend), objek wisata yang tersohor dengan keindahan air terjun dan kerajaan kupunya ini diserbu oleh ribuan pelancong dari berbagai daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, lonjakan pengunjung pada akhir pekan ini terbilang sangat signifikan. Jumlah wisatawan yang memadati area wisata tercatat sukses menembus angka di atas 3.000 orang lebih. Kepadatan mulai terlihat sejak pagi hari di pintu loket masuk, di mana antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular panjang, didominasi oleh rombongan keluarga dan kelompok pelajar.
Kebijakan Penurunan Tarif Jadi Magnet Wisatawan
Menanggapi fenomena lonjakan ini, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Maros, H. Suwardi Sawedi, memberikan penjelasannya. Menurutnya, ramainya pengunjung tidak lepas dari kebijakan strategis yang diambil pemerintah daerah terkait penyesuaian harga tiket masuk, khususnya bagi kalangan akademis.
“Dengan adanya kebijakan penurunan tarif bagi pelajar dan mahasiswa, KWA Bantimurung kini selalu ramai. Apa lagi di saat-saat seperti ini, di mana momentumnya sangat pas bersamaan dengan masa libur anak sekolah,” ujar H. Suwardi Sawedi saat dikonfirmasi di sela-sela pemantauan lokasi.
Kebijakan ini dinilai sangat tepat sasaran dalam menggairahkan kembali sektor pariwisata daerah, sekaligus memberikan alternatif hiburan yang edukatif dan terjangkau bagi generasi muda.
Prioritas Keselamatan: Berasuransi dan Dipantau Ketat
Meskipun area wisata dipadati oleh ribuan orang, kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama pihak pengelola. Guna memberikan proteksi maksimal, KWA Bantimurung kini telah menerapkan sistem tiket masuk yang sudah terintegrasi dengan premi asuransi resmi. Artinya, setiap wisatawan yang memegang tiket secara otomatis terlindungi selama berada di dalam kawasan wisata.
Selain jaminan asuransi, skema pengamanan di area air terjun dan wahana lainnya juga diperketat. KWA Bantimurung berada di bawah pantauan dan pengawasan melekat secara berkala oleh petugas gabungan, mulai dari personel Disparpora, penjaga sungai (lifeguard), hingga aparat keamanan terkait.
Patroli Rutin: Petugas secara berkala menyisir titik-titik rawan genangan dan arus deras.
Himbauan Aktif: Menggunakan pengeras suara, petugas tak henti-hentinya mengingatkan orang tua agar tetap mengawasi anak-anak mereka saat bermain air.
Sistem pengamanan yang responsif dan siaga ini terbukti berhasil menimbulkan rasa aman dan nyaman yang luar biasa bagi para pengunjung. Wisatawan dapat dengan leluasa menikmati kesejukan alam, gemercik air terjun, serta panorama asri Bantimurung tanpa rasa cemas yang berlebihan.
Hingga berita ini diturunkan, arus kunjungan ke KWA Bantimurung diprediksi masih akan terus mengalir hingga menjelang sore hari, menjadikannya salah satu akhir pekan tersukses dalam capaian jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Maros sepanjang musim liburan ini.













