MAROS – Menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-67 Kabupaten Maros yang jatuh pada 4 Juli mendatang, Pemerintah Kabupaten Maros di bawah nakhoda Bupati H.A.S. Chaidir Syam dan Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur mempersembahkan capaian ekonomi yang luar biasa.
Kabupaten Maros mencatatkan lompatan besar yang menjadi kado paling berharga bagi seluruh masyarakat Butta Salewangang.
Pada momentum bersejarah tahun ini, Pemerintah Kabupaten Maros resmi mengusung tema Harlah,
”MERAWAT TRADISI, MENJEMPUT KEMAJUAN” dimana
Tema tersebut mencerminkan jati diri masyarakat Maros yang teguh memegang nilai-nilai religius dan kekayaan cagar budaya prasejarah, namun di saat yang sama tetap adaptif, dinamis, serta terbuka terhadap transformasi digital dan tuntutan kemajuan zaman.
Manifestasi dari semangat “Menjemput Kemajuan” tersebut terbukti nyata lewat data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros pada Triwulan I Tahun 2026 melejit hingga 9,54 persen secara Year on Year (YoY).
Capaian fantastis ini mengantarkan Kabupaten Maros melesat ke urutan ke-3 tertinggi dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Bupati Maros, Chaidir Syam pada Jumat (05/06/2026) mengungkapkan lompatan ekonomi mendekati dua digit ini merupakan bukti nyata bagaimana tradisi gotong royong warga berpadu harmonis dengan modernisasi tata kelola pemerintahan.
”Pertumbuhan 9,54 persen di Triwulan I-2026 ini adalah kado terindah menjelang Hari Lahir Kabupaten Maros pada 4 Juli nanti. Angka ini membuktikan Maros tidak gagap dalam menjemput kemajuan teknologi dan transformasi digital. Nilai-nilai religius dan budaya tidak menghalangi kita untuk berkompetisi di papan atas Sulawesi Selatan,” ujar Chaidir Syam dengan optimis.
Berdasarkan analisis dokumen dari Bapperida Kabupaten Maros, lompatan pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini disokong kuat oleh efisiensi digital pada sektor Transportasi dan Pergudangan di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, serta gairah investasi di sektor properti dan industri pengolahan yang semakin ramah teknologi.
Kendati angka perekonomian meroket tajam, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan pembangunan agar tidak mencabut akar budaya lokal, sesuai esensi “Merawat Tradisi”.
”Menyambut Harlah ke-67, tugas besar kita melalui Bapperida Maros adalah melahirkan riset dan inovasi yang memastikan pertumbuhan ekonomi 9,54 persen ini dirasakan langsung di pedesaan. Kebijakan APBD dan digitalisasi pelayanan publik harus memperkuat sektor pertanian, pariwisata cagar budaya karst kita, serta memuliakan nilai-nilai keagamaan. Kita maju bersama teknologi, tanpa kehilangan identitas asli sebagai warga Maros,” tegas Muetazim.
Dengan fondasi makro ekonomi yang sangat perkasa serta arah perencanaan yang matang, Kabupaten Maros siap menyongsong hari jadinya pada 4 Juli 2026 dengan optimisme baru menuju daerah yang lebih sejahtera, religius, inovatif, dan berkelanjutan.












