MAROS – Sebuah momen bersejarah dan penuh haru menyelimuti warga Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada Rabu (03/06/2026).
Akses mobilitas yang selama ini dinantikan akhirnya terwujud melalui peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih.
Jembatan gantung yang membentang kokoh ini menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manurung. Pembangunan infrastruktur krusial ini berhasil dirampungkan dalam kurun waktu kurang lebih empat bulan, berkat arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Sebelum jembatan gantung ini berdiri, wilayah ini sempat menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Kondisi memprihatinkan terekam jelas saat anak-anak sekolah dan warga setempat terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai yang deras hanya dengan menggunakan seutas tali dan gondola tradisional rakitan.
Kini, pemandangan ekstrem dan berbahaya tersebut resmi menjadi sejarah. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Merah Putih membawa secercah harapan baru bagi masa depan anak-anak di kedua desa untuk menuntut ilmu dengan aman dan nyaman.
Peresmian jembatan yang dinantikan bertahun-tahun ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi militer serta pemerintah daerah.
Tampak hadir di lokasi yakni Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Ibu, Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel, drg. A. Rachmatika Dewi, Anggota DPRD Sulsel, Patarai Amir, Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P, M.H, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, ST, M.Si, Ketua DPRD Maros, Dr. Gemilang Pagessa, Str, Sos, M.Si, Dandim 1422/Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, SE
Dalam sambutannya, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para prajurit di lapangan yang merespons cepat kebutuhan masyarakat.
“Apresiasi setinggi-tingginya saya ucapkan atas kerja keras para prajurit TNI yang telah bahu-membahu bersama masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan jembatan ini. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Pangdam.

Rasa syukur mendalam juga diungkapkan oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam. Mewakili seluruh masyarakat Maros, khususnya warga Kecamatan Tompobulu yang kini tidak perlu lagi khawatir saat melepas anak-anak mereka pergi sekolah, ia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terbangunnya akses jembatan ini. Terutama kepada Bapak Presiden RI atas arahannya yang cepat, serta jajaran Kodam hingga Kodim 1422/Maros yang telah berjuang di lapangan,” ungkap Chaidir Syam.
Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih ini, isolasi geografis antara Desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manurung kini resmi terkikis.
Jembatan ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses pendidikan bagi generasi muda, tetapi juga mampu mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. (Humas Pemkab Maros)












