Matapkan Persiapan Menuju 1 Agustus, Lurah Daya Gelar Rakor Pemilahan Sampah Bersama RT/RW
MAKASSAR — Lurah Daya, Andhyka Agrianto, S.STP., menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh ketua RT dan RW se-Kelurahan Daya pada Selasa malam (21/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di KantorMatapkan Persiapan Menuju 1 Agustus, Lurah Daya Gelar Rakor Pemilahan Sampah Bersama RT/RW
MAKASSAR — Lurah Daya, Andhyka Agrianto, S.STP., menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh ketua RT dan RW se-Kelurahan Daya pada Selasa malam (21/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Daya tersebut berfokus pada evaluasi hasil sosialisasi pemilahan sampah yang telah berjalan selama tiga bulan, sekaligus menyusun langkah strategis menyambut pemberlakuan mekanisme baru pengangkutan sampah per 1 Agustus mendatang.
Dalam rakor tersebut, Andhyka Agrianto mengapresiasi kerja keras para pengurus RT dan RW yang konsisten mengedukasi masyarakat selama masa sosialisasi. Menurutnya, pemahaman warga terkait pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga) menunjukkan peningkatan positif, meski masih memerlukan pengawasan dan penyesuaian teknis di lapangan.
”Masa sosialisasi tiga bulan ini menjadi fondasi penting bagi kita. Mulai 1 Agustus nanti, kita akan memasuki tahap implementasi penuh. Oleh karena itu, mekanisme pengangkutan dan pengolahan sampah harus dimatangkan malam ini agar saat hari-H tidak ada kesimpangsiuran di tengah warga,” ujar Andhyka.
Beberapa poin penting yang disepakati dalam rakor tersebut meliputi:
Penerapan Jadwal dan Mekanisme Pengangkutan Baru: Penataan ulang jadwal armada pengangkut sampah berbasis pemilahan (sampah organik, anorganik, dan residu).
Optimalisasi Pengolahan Sampah: Penguatan peran Bank Sampah di tingkat RT/RW untuk menampung sampah anorganik bernilai ekonomis, serta pengolahan sampah organik.
Pengawasan dan Edukasi Berkelanjutan: Pengurus RT/RW berkomitmen melakukan pendampingan langsung kepada warga yang masih menemui kendala dalam memilah sampah.
Andhyka berharap kolaborasi yang erat antara pihak kelurahan, pengurus RT/RW, dan seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan Kelurahan Daya sebagai percontohan wilayah yang mandiri dan efektif dalam pengelolaan sampah lingkungan.
ACHIL Kelurahan Daya tersebut berfokus pada evaluasi hasil sosialisasi pemilahan sampah yang telah berjalan selama tiga bulan, sekaligus menyusun langkah strategis menyambut pemberlakuan mekanisme baru pengangkutan sampah per 1 Agustus mendatang.
Dalam rakor tersebut, Andhyka Agrianto mengapresiasi kerja keras para pengurus RT dan RW yang konsisten mengedukasi masyarakat selama masa sosialisasi. Menurutnya, pemahaman warga terkait pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga) menunjukkan peningkatan positif, meski masih memerlukan pengawasan dan penyesuaian teknis di lapangan.
”Masa sosialisasi tiga bulan ini menjadi fondasi penting bagi kita. Mulai 1 Agustus nanti, kita akan memasuki tahap implementasi penuh. Oleh karena itu, mekanisme pengangkutan dan pengolahan sampah harus dimatangkan malam ini agar saat hari-H tidak ada kesimpangsiuran di tengah warga,” ujar Andhyka.
Beberapa poin penting yang disepakati dalam rakor tersebut meliputi:
Penerapan Jadwal dan Mekanisme Pengangkutan Baru: Penataan ulang jadwal armada pengangkut sampah berbasis pemilahan (sampah organik, anorganik, dan residu).
Optimalisasi Pengolahan Sampah: Penguatan peran Bank Sampah di tingkat RT/RW untuk menampung sampah anorganik bernilai ekonomis, serta pengolahan sampah organik.
Pengawasan dan Edukasi Berkelanjutan: Pengurus RT/RW berkomitmen melakukan pendampingan langsung kepada warga yang masih menemui kendala dalam memilah sampah.
Andhyka berharap kolaborasi yang erat antara pihak kelurahan, pengurus RT/RW, dan seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan Kelurahan Daya sebagai percontohan wilayah yang mandiri dan efektif dalam pengelolaan sampah lingkungan.
ACHIL













