MAROS– Keindahan alam Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, memang tak perlu diragukan lagi. Deretan air terjun eksotis yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan menjadi daya tarik utama bagi para pelancong, baik lokal maupun mancanegara.
Namun, menyadari bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama di atas segalanya, Pemerintah Desa (Pemdes) Bonto Manurung mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Pelatihan Penyelamatan dan Evakuasi (Water Rescue)
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dalam meminimalisir risiko kecelakaan di area wisata air. Mengingat medan air terjun yang memiliki karakteristik arus kuat dan batuan licin, kesiapsiagaan personel di lapangan menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang aman dan nyaman.
Pemberdayaan Pemuda Lokal sebagai Garda Terdepan
Peserta pelatihan ini difokuskan sepenuhnya kepada para pemuda asli Desa Bonto Manurung nantinya, Mereka dididik untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan darurat. Materi yang diberikan meliputi:
Teknik Penyelamatan Air:
Cara melakukan pertolongan pertama pada korban tenggelam atau terbawa arus.
Prosedur Evakuasi Medan Sulit:Penguasaan teknik pengangkutan korban di area perbukitan dan bebatuan air terjun.
Pemberian CPR dan Medis Dasar: Bekal pengetahuan untuk menjaga stabilitas kondisi korban sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pernyataan Kepala Desa
Kepala Desa Bonto Manurung, Mustakim, S.A.P , menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Objek wisata air terjun kita adalah anugerah, namun memiliki risiko yang harus kita kelola. Melalui pelatihan nantinya , kami ingin memastikan bahwa pemuda desa tidak hanya menjadi penonton, tetapi memiliki skill profesional dalam menangani situasi darurat.
Kami ingin wisatawan yang datang merasa tenang karena ada tim penyelamat yang siaga dan terlatih di setiap titik rawan,” ujar Mustakim
Target Kedepan: Wisata Berbasis Keselamatan
Dengan adanya pelatihan ini, Pemdes Bonto Manurung berharap desa mereka dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata berbasis keselamatan (safety-based tourism).
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik sehingga tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan ekonomi kreatif dan kesejahteraan warga desa melalui sektor jasa lingkungan.
Kini, para pemuda Bonto Manurung bukan sekadar pemandu jalan nantinya , melainkan personil penyelamat yang siap menjaga setiap langkah wisatawan di surga air terjun Maros.













