• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Wednesday, October 28, 2026
Tujuhdetiknews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
TujuhDetikNews
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Opini

GEMA PERLAWANAN DARI GERBANG TIMUR: MENYOAL KRISIS KAPITALISME GLOBAL DAN NASIB BURUH DI TENGAH BADAI PHK 2026

Red-01 by Red-01
01/05/2026
in Regional
GEMA PERLAWANAN DARI GERBANG TIMUR: MENYOAL KRISIS KAPITALISME GLOBAL DAN NASIB BURUH DI TENGAH BADAI PHK 2026

MAKASSAR – Hari ini, di bawah terik matahari yang menyengat Flyover Makassar dan sepanjang koridor industri di Sulawesi Selatan, ribuan buruh kembali turun ke jalan. Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 bukan sekadar seremoni tahunan atau perayaan simbolis. Di tengah eskalasi konflik geopolitik dunia dan instabilitas ekonomi yang kian mencekik, May Day tahun ini menjelma menjadi sebuah manifesto perlawanan terhadap sistem kapitalisme yang kian predatoris.

*Analisis Krisis: Kapitalisme yang Bertransformasi Menindas*
Sejarah mencatat bahwa sejak abad ke-19, kelas buruh telah berjibaku melawan eksploitasi jam kerja dan upah rendah. Namun, memasuki tahun 2026, narasi penindasan tersebut tidak hilang; ia hanya berganti rupa. Kapitalisme global saat ini tengah mengalami krisis akut yang dipicu oleh dorongan akumulasi keuntungan tanpa batas.

Dalam perspektif ekonomi politik, produksi massal yang dipaksakan untuk mengejar nilai lebih telah mengabaikan kebutuhan riil masyarakat. Akibatnya, terjadi kontradiksi yang tajam: di satu sisi kekayaan terkonsentrasi pada segelintir pemilik modal, sementara di sisi lain, kelas pekerja di negara-negara dunia ketiga—termasuk Indonesia—menjadi korban ganda. Mereka dieksploitasi sebagai tenaga kerja murah dan wilayahnya dikuras habis-habisan dalam skema ekstraksi sumber daya alam yang merusak lingkungan.

*Nasib Buruh Indonesia: Di Antara Angka Statistik dan Realitas Pahit*

Kondisi di tingkat nasional pun tak kalah mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bak tsunami yang menghantam sektor manufaktur dan jasa. Tercatat puluhan ribu buruh kehilangan mata pencaharian. Di Sulawesi Selatan, dampak ini mulai merambat ke sektor logistik dan industri pengolahan.

Model pembangunan yang terlalu bertumpu pada investasi berbasis upah murah dan fleksibilitas tenaga kerja (outsourcing serta kontrak pendek) terbukti gagal memberikan stabilitas. Mayoritas tenaga kerja kita kini terperangkap dalam sektor informal yang rapuh—tanpa jaminan kesehatan, tanpa perlindungan sosial, dan jauh dari kata sejahtera.

*Tiga Pilar Tuntutan: Upah, Kerja, dan Hidup Layak*
Persatuan Massa Buruh Indonesia dan Konfederasi Serikat Nasional (KSN) dalam orasinya di Makassar menegaskan tiga pilar utama yang menjadi harga mati perjuangan tahun ini:
1. *Upah Layak:* Buruh menuntut penghitungan Upah Minimum didasarkan pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) riil di lapangan, bukan sekadar angka politis hasil kompromi di meja perundingan. Fenomena “bekerja tetapi tetap miskin” (*working poor*) harus segera diakhiri.

2. *Kerja Layak:* Kepastian kerja harus menjadi hak dasar. Penghapusan praktik kerja fleksibel dan penguatan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak boleh lagi dipandang sebagai beban biaya oleh perusahaan, melainkan investasi terhadap martabat manusia.

3. *Hidup Layak:* Negara wajib hadir memberikan jaminan sosial universal. Ini mencakup kesehatan gratis (bukan komersialisasi BPJS), jaminan hari tua yang bermartabat, serta perlindungan khusus bagi buruh perempuan yang seringkali menanggung beban ganda—eksploitasi di tempat kerja dan beban domestik yang tidak dibayar.

*Solidaritas Lintas Sektor dan Keadilan Gender*
Salah satu poin krusial dalam aksi kali ini adalah penekanan pada keadilan gender. Buruh perempuan seringkali menjadi kelompok paling rentan terhadap diskriminasi upah dan kekerasan di tempat kerja. Gerakan buruh di Sulawesi Selatan menyerukan bahwa perjuangan ketenagakerjaan harus inklusif dan tidak bisa dipisahkan dari perjuangan hak-hak perempuan.

Selain itu, solidaritas lintas elemen—mulai dari petani yang lahannya dirampas, mahasiswa yang menuntut pendidikan gratis, hingga tenaga kesehatan yang belum sejahtera—menunjukkan bahwa musuh yang dihadapi adalah satu sistem yang sama: sistem yang menempatkan modal di atas kemanusiaan.
*Maklumat Perjuangan: 8 Tuntutan Mendesak*

Menutup aksi besar di jantung Kota Makassar, massa aksi membacakan maklumat yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan daerah:

1. *Cabut Omnibus Law Cipta Kerja*yang dianggap sebagai akar dari ketidakpastian kerja.

2. *Hapus sistem kontrak, outsourcing, dan kemitraan*yang mengeksploitasi driver ojol dan kurir.

3. *Hentikan PHK Massal* dan jamin kepastian kerja bagi setiap warga negara.

4. *Wujudkan Upah Layak Nasional*berbasis KHL.

5. *Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)*yang telah bertahun-tahun mandek.

6. *Hentikan kriminalisasi* terhadap aktivis buruh dan rakyat yang memperjuangkan haknya.

7. *Jamin Pendidikan dan Kesehatan Gratis* serta kesejahteraan bagi guru dan tenaga medis.

8. *Jalankan Reforma Agraria Sejati* guna menghentikan perampasan tanah rakyat demi proyek strategis nasional.

*Penutup: May Day 2026 Sebagai Momentum Perubahan*
Dari Makassar, pesan ini dikirimkan ke seluruh pelosok negeri: May Day adalah pengingat bahwa perubahan tidak pernah datang sebagai hadiah dari penguasa, melainkan melalui konsolidasi dan keberanian massa. Buruh bukan sekadar instrumen pembangunan; buruh adalah subjek utama yang berdaulat atas masa depan bangsa.

Perjuangan belum selesai. Selama ketimpangan masih menganga dan penghisapan masih terjadi, maka selama itu pula kepalan tangan buruh akan tetap mengudara di jalanan.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Edukasi Sejak Dini, Puluhan Siswa TK Islam Al-Azhar Cairo Sambangi BPBD Maros

Next Post

May Day di Maros: Wajah Sejuk Pengamanan Polri, Kapolres Kedepankan Pelayanan Humanis

Related Posts

Manajemen RSUD Dr. La Palaloi Maros Bergerak Cepat Evaluasi Layanan IGD dan Beri Sanksi Tegas Petugas Keamanan
Regional

Manajemen RSUD Dr. La Palaloi Maros Bergerak Cepat Evaluasi Layanan IGD dan Beri Sanksi Tegas Petugas Keamanan

28/10/2026
Pesan Karutan Barru Sulsel untuk Warga Binaan di Hari Sumpah Pemuda ke-98
Regional

Pesan Karutan Barru Sulsel untuk Warga Binaan di Hari Sumpah Pemuda ke-98

28/10/2026
Darurat Kekerasan Remaja di Maros: Pelajar SMA Diduga Tikam Siswa SMP di Kawasan ‘Ujung Landasan’ Bandara
Regional

Darurat Kekerasan Remaja di Maros: Pelajar SMA Diduga Tikam Siswa SMP di Kawasan ‘Ujung Landasan’ Bandara

28/10/2026
Next Post
May Day di Maros: Wajah Sejuk Pengamanan Polri, Kapolres Kedepankan Pelayanan Humanis

May Day di Maros: Wajah Sejuk Pengamanan Polri, Kapolres Kedepankan Pelayanan Humanis

POPULAR NEWS

Polsek Lau Maros Ringkus Empat Pelaku Pencurian Sapi, Tiga Ekor Ternak Sempat Dijual Rp24 Juta

Polsek Lau Maros Ringkus Empat Pelaku Pencurian Sapi, Tiga Ekor Ternak Sempat Dijual Rp24 Juta

19/09/2026
Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

Keluarga Dahlan paiben Tegaskan Kawal Kasus Pemukulan oleh Pengusaha Tambang di Tompobulu Hingga Tuntas

30/03/2026

Arogansi Pemilik Alat Berat, Dua Warga Masale Maros Jadi Korban Penganiayaan

29/03/2026
RSUD dr. La Palaloi Maros Beri Klarifikasi Soal Isu Pelayanan IGD yang Sempat Viral, Tegaskan Komitmen Utamakan Keselamatan Pasien

RSUD dr. La Palaloi Maros Beri Klarifikasi Soal Isu Pelayanan IGD yang Sempat Viral, Tegaskan Komitmen Utamakan Keselamatan Pasien

27/10/2026
LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

LKBH Bongkar Dugaan Penahanan Bayi oleh Rumah Quran di Maros, Kades Disebut Terlibat.

11/05/2026

EDITOR'S PICK

Kapolres Maros Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Personel Terlibat Narkoba

Kapolres Maros Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Personel Terlibat Narkoba

25/02/2026
Tingkatkan Kesadaran Kepemilikan Landas Hukum Pertanahan, Desa Bonto Matenne menggelar Penyuluhan PTSL ILASPP 2026

Tingkatkan Kesadaran Kepemilikan Landas Hukum Pertanahan, Desa Bonto Matenne menggelar Penyuluhan PTSL ILASPP 2026

10/08/2026
Respon Cepat Damkar Maros Padamkan Kebakaran di Permukiman Bontoa

Respon Cepat Damkar Maros Padamkan Kebakaran di Permukiman Bontoa

18/03/2026
May Day di Maros: Wajah Sejuk Pengamanan Polri, Kapolres Kedepankan Pelayanan Humanis

May Day di Maros: Wajah Sejuk Pengamanan Polri, Kapolres Kedepankan Pelayanan Humanis

01/05/2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy