MAROS, SULSEL – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Maros, Jumat (1/5/2026), berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Di bawah komando Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla, jajaran kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal penyampaian aspirasi para buruh.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan hak konstitusional pekerja tetap terakomodasi, tanpa mengabaikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Butta Salewangang.
Instruksi Humanis dalam Pengamanan
Dalam apel kesiapan yang digelar di halaman Mapolres Maros, Kapolres menekankan pentingnya pola pengamanan yang persuasif dan berorientasi pelayanan.
“Saya tekankan kepada seluruh anggota yang terlibat pengamanan agar mengedepankan upaya persuasif dan humanis. Kita layani mereka dengan humanis, karena mereka adalah saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasi,” tegas Douglas.
Ia juga mengarahkan personel untuk memprioritaskan pendekatan dialog dan negosiasi guna meminimalisir potensi gesekan selama aksi berlangsung.
Polwan Jadi Garda Terdepan
Implementasi pendekatan humanis terlihat jelas di lapangan, khususnya di titik konsentrasi massa di kawasan Simpang Lima Underpass Mandai. Di lokasi ini, Peleton Polwan Polres Maros ditempatkan sebagai garda terdepan sekaligus tim negosiator.
Dengan pendekatan komunikatif, para Polisi Wanita membaur di tengah massa aksi sambil membagikan makanan ringan, permen, dan air mineral kepada peserta aksi.
Langkah ini terbukti efektif mencairkan suasana, sekaligus menjadi bagian dari strategi cooling system yang diterapkan Polres Maros untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Rekayasa Lalu Lintas dan Koordinasi
Selain pengamanan massa, kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas pada jalur strategis yang menghubungkan Maros dengan Kota Makassar dan wilayah sekitarnya. Skema rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional untuk mencegah kemacetan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Keberhasilan pengamanan ini juga ditopang oleh koordinasi yang intens antara aparat kepolisian dan koordinator lapangan (korlap) serikat buruh.
Sejumlah poin penting menjadi kunci sinergi tersebut, antara lain komunikasi terbuka sejak awal, kesepakatan menjaga aksi tetap damai, serta komitmen bersama untuk tidak merusak fasilitas umum.
Kapolres Maros turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta aksi yang dinilai kooperatif.
“Kami berterima kasih kepada korlap aksi yang telah berkomunikasi dengan baik. Mari kita tunjukkan bahwa di Maros, penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan cara yang tertib dan damai,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian kegiatan May Day di Kabupaten Maros berlangsung aman, lancar, dan tanpa insiden menonjol.
Hamzan













