7Detiknews.com, MAROS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros bergerak cepat mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat fenomena El Nino yang memicu bencana kekeringan di kawasan pesisir. Penyaluran bantuan air bersih secara masif mulai direalisasikan guna memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak.
Sekretaris BPBD Kabupaten Maros, Nasrul, S.S.T.P., menjelaskan bahwa langkah tanggap darurat ini mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan pemantauan cuaca, dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Maros diproyeksikan berlangsung sejak awal Juli hingga Oktober mendatang.
“Sesuai prediksi BMKG, bencana kekeringan akibat El Nino melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Maros. Penyaluran air bersih difokuskan bagi masyarakat terdampak, khususnya di kawasan pesisir,” ujar Nasrul saat memberikan keterangan resmi di Posko BPBD Maros.
Target Distribusi dan Tahapan Penyaluran
Pada tahap awal operasional tanggap bencana ini, BPBD Maros mengalokasikan sebanyak 120 tangki air bersih yang disalurkan secara bertahap dalam kurun waktu 20 hari ke depan.
Proses pendistribusian tahap pertama dijadwalkan berlangsung selama 10 hari dengan menyasar empat kecamatan utama, yakni:
- Kecamatan Bontoa
- Kecamatan Lau
- Kecamatan Maros Baru
- Kecamatan Marusu
Sementara itu, untuk pendistribusian harian di lapangan, armada mobil tangki dikerahkan ke titik-titik krusial pemukiman warga, termasuk lokasi pemukiman di wilayah Tupabbiring dan Bonto Lempangan.
Penanganan bantuan air bersih ini didukung langsung oleh Pemerintah Kabupaten Maros melalui pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjamin selama musim kemarau.
Himbauan bagi Masyarakat
BPBD Maros meminta seluruh warga untuk aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak pemerintah setempat guna mengantisipasi perluasan dampak kekeringan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun pihak kecamatan setempat. Segera laporkan setiap kejadian atau keluhan terkait krisis air bersih ke Posko Utama BPBD Kabupaten Maros agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkas Nasrul.
Pihak BPBD menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan bersiap menambah tahapan pendistribusian air bersih sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan hingga kondisi kembali normal.













