Tujuhdetiknews,MAROS — Dalam upaya memastikan penyaluran serta pemanfaatan bantuan pemerintah tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pangan, Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Dalam agenda pengawasan kali ini, Tim Itjen Kementan menyasar tiga wilayah kecamatan kunci, yakni Kecamatan Cenrana, Kecamatan Simbang, dan Kecamatan Tompobulu. Sebanyak 40 Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di wilayah tersebut disensus secara menyeluruh guna memetakan kondisi fisik, efektivitas penggunaan, serta tingkat keterpakaian bantuan alsintan yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Skema monev yang diterapkan oleh tim auditor Itjen Kementan berlangsung secara ketat, transparan, dan sistematis. Tahapan diawali dengan wawancara mendalam bersama para ketua kelompok tani untuk menggali informasi mendasar terkait ketersediaan alsintan, pola kelola bersama anggota kelompok, kendala operasional, hingga asas kebermanfaatan alat tersebut.
Usai proses penggalian data verbal, tim lintas instansi ini langsung bergerak melakukan verifikasi fisik (field inspection) ke lokasi penyimpanan alsintan maupun area persawahan. Tim memeriksa satu per satu kondisi kelayakan mesin, kelengkapan administrasi inventaris, hingga kesesuaian spesifikasi teknis. Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah bantuan bantuan alsintan yang diterima betul-betul dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kebutuhan nyata para petani di lapangan, atau justru terbengkalai.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Syamsul Bahri, menyambut positif pengawasan berkala dari Inspektorat Jenderal Kementan ini. Menurutnya, keberadaan monev ini menjadi motivasi sekaligus sarana evaluasi bagi pemerintah daerah dan para petani agar senantiasa merawat serta mempergunakan aset negara dengan sebaik-baiknya.
“Monitoring dan evaluasi ini sangat penting untuk memastikan alsintan yang dialokasikan berfungsi maksimal di tingkat petani. Kami di Dinas Pertanian terus berkomitmen mengawal agar bantuan sarana prasarana ini benar-benar mendorong mekanisasi pertanian, mempercepat masa tanam, serta meningkatkan produktivitas panen di Kabupaten Maros,” tegas Syamsul Bahri.
Proses sensus dan verifikasi di 40 kelompok tani pada tiga kecamatan tersebut berjalan lancar. Hasil pengawasan ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi strategis bagi Kementan dalam merumuskan kebijakan pendistribusian serta perawatan alsintan secara berkelanjutan pada masa mendatang.













