tujuhdetiknews.com, MAROS — Langkah nyata dan komitmen berkelanjutan masyarakat Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menghadapi tantangan perubahan iklim kini memasuki babak krusial. Pada Sabtu (29/8/2026), Desa Pattiro Deceng secara resmi menjalani verifikasi lapangan dari Tim Verifikator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu calon lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Kategori Utama Tahun 2026.
Tahapan verifikasi lapangan ini dilakukan untuk menilai, memvalidasi, dan memastikan secara langsung seluruh aksi adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim yang telah diinisiasi dan dijalankan secara konsisten oleh warga setempat. Tidak hanya sekadar penilaian formalitas, kehadiran tim penilai provinsi menjadi pembuktian atas kerja keras serta kelembagaan lokal yang hidup di tengah masyarakat Desa Pattiro Deceng.
Proses peninjauan ini berlangsung ketat namun hangat. Tim Verifikator DLH Provinsi Sulawesi Selatan hadir dengan didampingi langsung oleh Tim DLH Kabupaten Maros serta Camat Camba, Andi Kemal Wahyudi, S.Sos., M.Si.
Suasana kebersamaan begitu terasa saat acara penyambutan yang digelar jajaran pemerintah desa dan warga. Hadir menyambut rombongan, Kepala Desa Pattiro Deceng, Abdul Kadir, ST, beserta jajaran aparat desa, Ketua Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Appakadeceng sekaligus Pendamping Kegiatan, Suhail, S.Pd., para Kepala Dusun, Ketua RT, kader Posyandu, kader PKK, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga para pegiat lingkungan di Desa Pattiro Deceng.
Meninjau Langsung Aksi Nyata di Lapangan
Dalam verifikasi yang berlangsung hingga sore hari tersebut, Tim Verifikator diajak menyisir dan meninjau langsung sejumlah titik lokasi yang menjadi representasi keberhasilan aksi adaptasi, mitigasi, penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal berbasis ketahanan iklim.
Camat Camba, Andi Kemal Wahyudi, S.Sos., M.Si., mengapresiasi tinggi keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dan sinergi antarlembaga yang terbangun di Desa Pattiro Deceng. Menurutnya, verifikasi ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan potensi riil desa dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Melalui verifikasi lapangan ini, Tim Verifikator DLH Provinsi Sulawesi Selatan dapat melihat secara langsung kondisi nyata serta keberlanjutan berbagai aksi yang telah dilaksanakan oleh masyarakat Desa Pattiro Deceng. Penilaian ini mencakup aspek kelembagaan, tingkat partisipasi warga, aksi adaptasi dan mitigasi, hingga potensi pengembangan kegiatan ke depan,” ujar Andi Kemal.
Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, warga, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama Desa Pattiro Deceng dalam mewujudkan kawasan yang tangguh, mandiri, dan berwawasan lingkungan.
Menjaga Praktik Baik demi Generasi Mendatang
Sementara itu, Kepala Desa Pattiro Deceng, Abdul Kadir, ST, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh warga serta pihak-pihak yang telah mengawal proses panjang ProKlim ini—mulai dari tahap pembinaan, penginputan data Sistem Informasi Kelola ProKlim (SRN/ProKlim), hingga puncaknya pada verifikasi lapangan kategori Utama.
“Saya selaku pemerintah desa sangat mengapresiasi kerja keras warga dan seluruh stakeholder. Kami berharap seluruh masyarakat tidak berhenti di tahap penilaian saja, melainkan terus mempertahankan dan mengembangkan praktik-praktik baik yang sudah berjalan. Target kita bukan hanya memenuhi kriteria ProKlim Utama 2026, tetapi menjadikan Desa Pattiro Deceng sebagai percontohan (role model) dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim,” ungkap Abdul Kadir.
Mendorong Gerakan Bersama dan Peradaban Peduli Lingkungan
Pandangan mendalam mengenai filosofi ProKlim juga disampaikan oleh Suhail, S.Pd., selaku Ketua Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Appakadeceng yang juga bertindak sebagai pendamping kegiatan verifikasi. Bagi Suhail, pencapaian ProKlim bukanlah akhir dari tujuan, melainkan sebuah sarana untuk membangun kesadaran kolektif.
“Bagi kami, ProKlim bukan semata-mata tentang mengejar sebuah predikat atau penghargaan, melainkan sebuah proses panjang membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat. ProKlim adalah gerakan bersama. Ini bukan hanya soal bagaimana membuat lingkungan kita tampak lebih hijau, tetapi bagaimana warga mampu beradaptasi, mengikis risiko bencana iklim, mengelola potensi lokal, serta menciptakan ruang hidup yang aman, nyaman, sehat, dan mandiri,” terang Suhail di sela-sela peninjauan.
Suhail menekankan pentingnya membangun peradaban desa yang berorientasi pada masa depan, di mana masyarakat ditempatkan sebagai pilar utama pembangunan.
“Yang ingin kita bangun bukan sekadar kampung berpredikat ProKlim, melainkan sebuah peradaban masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, tangguh menghadapi perubahan zaman, mampu mengelola potensi desa, dan saling memberdayakan. Ketika masyarakat menjadi pelaku utama, pemerintah menjadi penguat, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu visi, maka pembangunan desa akan memiliki fondasi yang jauh lebih kokoh,” tambahnya.
Lebih jauh, Suhail memaparkan bahwa Desa Pattiro Deceng memiliki bentang potensi besar yang masih dapat dikembangkan secara terintegrasi. Hal ini meliputi sektor pertanian berkelanjutan, konservasi sumber daya alam dan air, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pemberdayaan peran perempuan dan pemuda, penguatan kelembagaan lokal, hingga pengembangan destinasi ekowisata berbasis kearifan lokal.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. Kita tidak sedang membangun desa hanya untuk hari ini, tetapi kita sedang mewariskan lingkungan hidup dan peradaban yang jauh lebih aman, nyaman, sehat, dan mandiri kepada generasi yang akan datang,” pukasnya penuh optimisme.
Seluruh rangkaian kunjungan dan verifikasi lapangan oleh Tim DLH Sulawesi Selatan di Desa Pattiro Deceng resmi berakhir pada pukul 16.30 WITA. Berdasarkan evaluasi sementara, kegiatan ditutup dengan berbagai catatan positif dan apresiasi dari tim verifikator atas kekompakan warga serta kelengkapan aksi lingkungan yang disajikan. (**)












