TujuhDetikNews,MAROS — Aksi nekat demi konten di media sosial kembali menelan korban jiwa. Seorang remaja berusia 17 tahun dilaporkan tewas tenggelam di Sungai Maros, tepatnya di sekitar kawasan Jembatan Lama dekat Polres Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Raja (17), warga Kompleks Anugrah Bintang Cemerlang, Maccopa, Kabupaten Maros. Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WITA, sesaat setelah korban menyelesaikannya kegiatan olahraga pagi bersama kawan-kawannya.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Maros, kejadian bermula saat korban bersama kawan-kawannya berolahraga jogging di area Car Free Day (CFD). Usai berolahraga, rombongan remaja tersebut berjalan menuju arah Jembatan Lama.
Atas dasar tantangan demi materi konten media sosial TikTok, korban memberanikan diri melompat dari atas jembatan menuju aliran sungai. Namun, naas bagi Raja, beberapa saat setelah mendarat di air, ia tidak mampu menguasai diri dan dengan cepat terseret arus hingga akhirnya tenggelam.
Melihat rekannya tak kunjung muncul ke permukaan, rekan-rekan korban langsung panik dan segera meminta bantuan warga sekitar serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Mendapat laporan darurat, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Maros, pihak kepolisian, dan masyarakat setempat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat (asesmen) serta operasi pencarian di sepanjang aliran sungai.
Setelah upaya pencarian intensif dilakukan selama lebih dari dua jam, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan keberadaan korban.
- Waktu Ditemukan: Pukul 10.50 WITA
- Kondisi Korban: Meninggal Dunia (MD)
Jasad korban langsung dievakuasi dari sungai untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Maros, Towadeng, S.H., membenarkan adanya insiden maut yang diakibatkan oleh aksi nekat demi konten media sosial tersebut. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para remaja, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mempertaruhkan keselamatan jiwa hanya demi sebuah popularitas di dunia maya. (**)













