TujuhDetikNews, MAKASSAR — Keputusan mengejutkan dan tergolong drastis diambil oleh pihak manajemen SMA Negeri 18 Makassar yang bertempat di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Seorang murid bernama Farhad mendadak dikeluarkan dari sekolah hanya karena didapati sedang bermain domino bersama temannya di area sekolah saat jam istirahat berlangsung.
Keputusan penindakan tersebut memicu keprihatinan mendalam dari pihak keluarga. Orang tua Farhad mengaku sangat kaget, terpukul, dan kecewa saat mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan. Pasalnya, pihak sekolah mengambil tindakan pemecatan tersebut secara sepihak dan mendadak, tanpa pernah memberikan surat peringatan (SP) pertama, kedua, maupun ketiga terlebih dahulu, baik kepada Farhad maupun kepada orang tuanya.
Menurut pihak keluarga, prosedur kedisiplinan yang diterapkan terkesan mengabaikan asas pembinaan siswa di lingkungan pendidikan. Bermain domino saat jam istirahat dinilai tidak selayaknya langsung dijatuhi sanksi berat berupa pemecatan tanpa adanya tahapan mediasi atau teguran tertulis. Mengingat pentingnya masa depan dan hak atas pendidikan sang anak, orang tua Farhad sangat berharap pihak dinas terkait dan sekolah dapat meninjau kembali keputusan ekstrem tersebut agar Farhad dapat kembali mengenyam pendidikan seperti biasa.
Hingga berita ini diturunkan, tim media tujuhdetiknews belum mendapatkan tanggapan ataupun klarifikasi resmi dari pihak manajemen SMA Negeri 18 Makassar. Upaya konfirmasi yang ditujukan kepada pihak sekolah, termasuk kepada wali kelas Farhad melalui pesan singkat WhatsApp, telah dilakukan namun belum memberikan jawaban atau merespons pertanyaan yang diajukan. Tim media masih terus berusaha membuka ruang komunikasi guna mendapatkan keterangan berimbang dari pihak sekolah. (Achil)













