TujuhDetikNews, MAROS – Kawasan Jalan Bypass Jalur Barat (Jalbar) yang baru dibangun kini menjelma menjadi tempat primadona baru bagi masyarakat Kabupaten Maros. Setiap harinya, mulai dari sore hingga malam hari, wilayah ini selalu dipadati pengunjung yang ingin sekadar melepas lelah, bersantai, maupun berburu beragam aneka kuliner.
Namun, tingginya antusiasme warga untuk nongkrong di sepanjang jalan baru tersebut justru memicu kekhawatiran dan keluhan dari para pengguna jalan. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, puluhan pedagang kuliner tampak sengaja memanfaatkan bahu jalan untuk menggelar lapak dagangan mereka. Kondisi ini kian diperparah dengan banyaknya kendaraan pengunjung yang terparkir memakan badan jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan yang melintas dan berpotensi memicu kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi ketidaknyamanan serta keluhan yang dirasakan para pengguna jalan, Kepala Dinas Perhubungan (Kadisbub) Kabupaten Maros, A. Abbas, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah serius untuk merespons masalah tersebut.
“Terkait ketidaknyamanan pengguna jalan, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak balai. Bahkan kami sudah dua kali menggelar rapat bersama pihak Balai Jalan, Satpol PP, hingga Kasat Lantas Polres Maros,” ujar A. Abbas saat memberikan keterangan.
H.Andi.Abbas,Maskur menjelaskan bahwa status kewenangan Jalan Bypass Jalbar tersebut secara regulasi berada di bawah naungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Oleh karena itu, penanganannya memerlukan sinergi lintas instansi.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihak gabungan akan segera turun ke lapangan guna menertibkan dan memberikan pemahaman kepada para pedagang maupun pengunjung agar tertib dalam memanfaatkan kawasan tersebut.
“Diketahui Jalbar ini merupakan aset milik balai. Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu kepada para pedagang dan masyarakat sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (**)













