TujuhDetikNews,MAROS – Kebakaran hutan terjadi di Puncak Gunung Bulu Saukang, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada Minggu malam (6/9/2026). Peristiwa yang terdeteksi pada koordinat Lat -5.16964 LONG 119.634297° sekitar pukul 20.22 WITA ini diduga dipicu oleh kelalaian perambah hutan atau oknum pendaki yang membuang puntung rokok sembarangan.
Mendapat laporan tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 1422/Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, S.E., turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses penanganan serta memastikan keselamatan ratusan pendaki yang berada di area pegunungan.
Operasi pemantauan dan evakuasi ini melibatkan personel gabungan lintas instansi, di antaranya:
- Letkol Arm Agung Yuhono, S.E. (Dandim 1422/Maros)
- Kapten Inf Ruben Jony (Danramil 1422-05/Tompobulu)
- AKP Muhammad Awaluddin Kadir, S.H., M.H. (Kapolsek Tompobulu)
- 11 Personel Tim Basarnas (Dipimpin Dadang)
- 8 Personel KPH Dinas Kehutanan (Dipimpin Yusuf)
- 1 Personel Damkar Makassar (Reza)
- Aiptu Sakir (Bhabinkamtibmas Desa Benteng Gajah)
- Serka Muh Jabir (Unit Intel dim 1422/Maros)
- Serka Surganawi (Babinsa Desa Tompobulu)
Mengingat medan yang terjal dan tidak tersedianya akses jalur kendaraan roda empat menuju titik api, penanganan dilakukan melalui koordinasi ketat di Puncak Alfat, kaki Gunung Bulu Saukang. Sekitar pukul 23.55 WITA, Dandim 1422/Maros tiba di titik kumpul tersebut bersama Danramil dan Kapolsek Tompobulu untuk memantau pergerakan tim evakuasi.
Berdasarkan data registrasi, tercatat ada 337 pendaki yang melakukan aktivitas di gunung tersebut pada hari Minggu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 pendaki sempat terjebak akibat kobaran api. Beruntung, seluruh pendaki yang terjebak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa.
Setelah memastikan seluruh pendaki berada di tempat aman, Tim Basarnas menggelar apel pengecekan personel pada pukul 00.20 WITA. Api akhirnya berhasil dipadamkan secara menyeluruh pada pukul 01.15 WITA. Usai situasi dinyatakan aman dan kondusif, Letkol Arm Agung Yuhono beserta rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 01.30 WITA.
Dandim 1422/Maros mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun para pencinta alam agar senantiasa menjaga kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang memicu potensi kebakaran hutan, terutama saat melakukan aktivitas pendakian. (**)













