TujuhDetikNews, MAROS – Kepala Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Umar Bakkara, menyampaikan kekhawatirannya terkait nasib para petani di wilayahnya. Pasalnya, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi belakangan ini mengancam keberlangsungan proses pengolahan lahan pertanian warga menjelang musim tanam.
Kepanikan ini bukan tanpa alasan. Desa Minasa Baji dikenal sebagai salah satu wilayah yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor persawahan. Sebagian besar warga setempat mengandalkan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti traktor untuk membajak sawah. Tanpa pasokan solar yang memadai, operasional mesin-mesin pertanian tersebut dipastikan lumpuh total.
Umar Bakkara mengungkapkan bahwa pemicu utama makin sulitnya warga memperoleh solar bersubsidi adalah penutupan sementara Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jawi-Jawi. SPBU yang berlokasi tepat di wilayah Desa Minasa Baji tersebut saat ini tidak beroperasi lantaran sedang menjalani sanksi penutupan akibat indikasi pelanggaran aturan.
“SPBU Jawi-Jawi yang ada di desa kami saat ini ditutup sementara karena melakukan pelanggaran. Dampaknya sangat terasa langsung ke warga, khususnya para petani yang kesulitan mendapatkan solar bersubsidi untuk kebutuhan alsintan,” ujar Umar Bakkara.
Kondisi ini memicu gelombang keluhan dari masyarakat setempat. Para petani terpaksa mencari alternatif pasokan BBM ke wilayah lain yang jaraknya jauh lebih jauh, itu pun tanpa jaminan mendapatkan kuota solar yang dibutuhkan. Jika krisis bahan bakar ini berlarut-larut, dipastikan jadwal penanaman padi akan tertunda dan berpotensi memicu kerugian ekonomi yang cukup besar bagi para petani.
Menghadapi situasi sulit ini, Umar Bakkara berharap ada solusi cepat dari pihak-pihak terkait agar distribusi BBM bersubsidi untuk sektor pertanian dapat kembali normal.
“Kami sangat berharap ada kebijakan atau solusi segera, mudah-mudahan musim tanam warga kami bisa tetap berjalan lancar seperti biasanya tanpa terhambat masalah solar,” pungkasnya. (**)












