MAROS, SULSEL — Kabar duka menyelimuti Lingkungan Tamarampu, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Seorang anak berusia sekolah dasar dilaporkan tewas tenggelam dan berhasil ditemukan setelah dilakukan proses pencarian oleh warga bersama petugas penanggulangan bencana, Sabtu (16/5).
Korban diketahui bernama Muhammad Abrizan, seorang bocah berusia sekitar 6 hingga 7 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD).
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 11.30 WITA. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada tepat di kawasan galian lama yang cukup dalam, yang terletak di belakang rumah Ketua RT 07, wilayah RT 07 / RW 03, Lingkungan Tamarampu.
Berdasarkan kronologi awal, korban saat itu sedang berada di sekitar lokasi galian bersama tiga orang temannya. Dari total empat anak yang berada di sana, korban diduga terpeleset atau melompat ke dalam air, sementara rekan-rekannya yang lain beruntung belum sempat ikut mandi atau turun ke dalam galian tersebut.
Kejadian yang berlangsung cepat ini langsung memicu kepanikan warga sekitar yang kemudian berbondong-bondong melakukan pencarian.
Ridwan Hamid, seorang warga setempat yang kebetulan juga merupakan Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Maros, langsung sigap memimpin jalannya penyisiran di dalam air bersama warga lainnya. Setelah melakukan penyelaman di area galian lama yang dikenal dalam tersebut, Ridwan Hamid akhirnya berhasil menemukan tubuh korban.
“Kami langsung turun bersama warga begitu mendengar informasi ada anak yang tenggelam. Korban berhasil kami temukan di dasar galian lama itu,” ujar Ridwan Hamid saat dikonfirmasi.
Meski sempat dievakuasi, nyawa bocah malang tersebut sayangnya sudah tidak tertolong lagi. Isak tangis keluarga pun pecah saat korban dievakuasi dari lokasi kejadian menuju rumah duka.
Pihak berwenang setempat kembali mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama jika bermain di sekitar area rawan seperti bekas galian atau sumber air yang dalam guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.











