MAROS – Di tengah krisis air bersih yang kian meluas akibat kemarau ekstrem di Kabupaten Maros, sumber air bersih milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, menjadi tumpuan utama masyarakat. Setiap hari, antrean panjang warga hingga berbagai unit kerja pemerintah memadati lokasi untuk mendapatkan pasokan air guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pengambilan air berlangsung nonstop dari pagi hingga subuh. Tidak hanya masyarakat lokal dan warga dari luar desa, sejumlah instansi seperti Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Maros serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) turut mengandalkan sumber air Bumdes ini untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak krisis.
Direktur Utama Bumdes Tenrigangkae, Anto Dg Ngitung, mengungkapkan rasa syukurnya karena fasilitas desa yang dikelolanya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas di tengah situasi sulit ini.

“Hampir setiap hari hingga subuh warga datang mengambil air bersih. Selain warga setempat, TRC BPBD Maros juga mengambil air di sini untuk didistribusikan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Mandai. Begitu pula armada Damkar, baik untuk penyaluran bantuan maupun penanganan musibah kebakaran,” ujar Anto.
Ia menambahkan bahwa pasokan air dari Bumdes Tenrigangkae kini juga menopang kebutuhan berbagai objek vital di Kecamatan Mandai. Layanan air bersih ini dimanfaatkan oleh Lapas Maros, Masjid, rumah tahfiz Al-Qur’an, hingga fasilitas pendidikan mulai dari tingkat PAUD, TK, SMP, hingga SMA.
Sementara itu, Kuasa Hukum Desa Tenrigangkae, Amir Kadir, S.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas kebijakan Bumdes yang membebaskan masyarakat mengambil air bersih tanpa pembatasan. Menurutnya, langkah sosial ini sangat tepat di tengah ancaman kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Maros.
“Melihat kondisi krisis seperti sekarang, kita harus bijak dan mengutamakan kebutuhan dasar warga. Air bersih adalah kebutuhan utama. Saya selaku kuasa hukum sangat mengapresiasi kepekaan dan langkah cepat Bumdes Tenrigangkae,” tegas Amir Kadis.
Amir juga mengimbau semua pihak untuk menyikapi situasi kemarau ini secara bijak. Ia meminta media dan masyarakat menyajikan informasi secara objektif dan tidak menggiring opini yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah kemalangan warga.
“Kondisi kemarau ini dampaknya nyata. Mari kita fokus bergotong-royong membantu warga dan tetap menjaga kondusivitas wilayah,” pungkasnya. (**)













