TujuhDetikNews,Maros — Keluhan warga Dusun Moncongjai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, terkait kondisi Jembatan Puntabba yang tak kunjung mendapat perbaikan pasca diterjang banjir bandang tahun lalu terus mencuat. Akses vital yang dulunya menghubungkan aktivitas harian warga kini lumpuh total dan menyisakan beban berat bagi masyarakat setempat.
Dampak paling dirasakan oleh para pelajar. Saat musim kemarau atau air sungai dalam kondisi kering, anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi dasar sungai agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu. Namun, cerita menjadi sangat berbeda ketika hujan turun. Saat debit air sungai meninggi dan arus deras meluap, para siswa tidak memiliki pilihan selain memutar arah melewati jalur lain yang jalurnya jauh lebih panjang dan menguras energi.
Tidak hanya mengganggu akses pendidikan, matinya fungsi Jembatan Puntabba ini melumpuhkan sektor perekonomian dan pertanian warga Dusun Moncongjai. Seorang warga setempat meluapkan kekecewaannya karena aktivitas penggarapan sawah kini makin sulit dan mahal.
“Kami punya sawah di seberang, sekarang harus jalan jauh mutar cuma buat bawa alat pertanian. Kalau dulu ada jembatan, kami bisa langsung menyeberang bawa alat sendiri. Sekarang malah harus mengeluarkan biaya ekstra sewa alat. Belum lagi baru-baru ini ada warga yang jatuh karena di sekitar jembatan rusak itu sama sekali tidak dipangangi tanda bahaya atau pagar pengaman,” ungkap salah satu warga Rompegading.
Warga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah yang sebelumnya sempat menjanjikan perbaikan. Hingga saat ini, belum terlihat adanya tanda-tanda atau progres fisik pengerjaan di lokasi jembatan tersebut. Masyarakat sangat berharap agar pihak pemerintah segera merealisasikan pembangunan kembali Jembatan Puntabba demi menjamin keselamatan serta melancarkan roda ekonomi warga.
Menanggapi keluhan masyarakat yang berlarut-larut ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KIPFA menyatakan sikap tegas untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Aktivis LSM KIPFA, Abd Malik, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal ketat janji pemerintah daerah sampai fisik jembatan benar-benar terbangun.
“Ini menyangkut kebutuhan mendasar warga, akses pendidikan anak-anak kita, dan perputaran ekonomi petani. Kami di LSM KIPFA akan terus mengawal persoalan Jembatan Puntabba ini sampai pemerintah merealisasikan janjinya secara nyata,” tegas Abd Malik.(**)













