MAROS — Langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) dalam menggenjot sektor pariwisata berbasis edukasi mulai membuahkan hasil nyata. Hanya dalam kurun waktu satu pekan pasca-pemberlakuan kebijakan tarif tiket khusus bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Kawasan Wisata Alam (KWA) Bantimurung dilaporkan melonjak drastis.
Kepala Dinas Disparpora Kabupaten Maros, H. Suwardi Sawedi, mengungkapkan bahwa kebijakan baru yang resmi digulirkan sejak tanggal 11 Mei 2026 ini memberikan dampak multiplier yang sangat positif, baik terhadap volume kunjungan maupun bagi kas daerah.
“Formulasi tarif khusus ini terbukti sangat efektif. Dalam sepekan saja, PAD khusus dari sektor pelajar dan mahasiswa mampu menyentuh angka Rp17.500.000,-. Ini adalah sinyal positif bahwa pelonggaran tarif bagi kalangan akademis justru memicu volume kunjungan yang jauh lebih masif,” ujar H. Suwardi Sawedi saat memaparkan laporan evaluasi penyesuaian tarif KWA Bantimurung, Resor Bantimurung SPTN Wilayah II Cenrana.
Respons Masif Sektor Edukasi: Lonjakan Kunjungan Tembus 923 Orang
Berdasarkan data resmi laporan evaluasi periode 11 Mei hingga 17 Mei 2026, tercatat sebanyak 923 orang dari segmen pelajar dan mahasiswa memadati kawasan wisata yang terkenal dengan julukan The Kingdom of Butterfly tersebut. Kebijakan diskon tarif ini dinilai berhasil mengubah persepsi pasar bahwa wisata alam premium seperti Bantimurung kini jauh lebih terjangkau bagi kantong generasi muda dan pencari ilmu.
Lonjakan ini tidak hanya terjadi pada hari libur (weekend), melainkan juga menunjukkan tren yang stabil pada hari-hari kerja (weekdays), menjadikannya stimulus utama ramainya kawasan wisata sepanjang seminggu terakhir.
Rincian Struktur Tarif dan Distribusi Pendapatan
Kebijakan penyesuaian harga tiket masuk bagi pelajar dan mahasiswa ini dirancang secara proporsional dengan membagi klaster kunjungan menjadi dua kategori, yaitu Hari Biasa dan Hari Libur. Pendapatan dari setiap lembar tiket yang terjual didistribusikan secara transparan untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), PAD Kabupaten Maros, dan proteksi asuransi jiwa.
1. Hari Biasa (Weekdays)
Total Harga Tiket: Rp15.000,- / orang
Rincian Distribusi:
PNBP (Pusat): Rp5.000,-
PAD (Kabupaten Maros): Rp9.000,-
Asuransi Jasa Raharja/Jiwa: Rp1.000,-
2. Hari Libur (Weekends / Hari Besar)
Total Harga Tiket: Rp20.000,- / orang
Rincian Distribusi:
PNBP (Pusat): Rp7.500,-
PAD (Kabupaten Maros): Rp11.500,-
Asuransi Jasa Raharja/Jiwa: Rp1.000,-
Kontribusi Riil Terhadap Pusat dan Daerah
Keberhasilan kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh kas daerah Kabupaten Maros, melainkan juga menyumbang angka yang signifikan bagi sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara berkelanjutan.
Dari total 923 pengunjung yang datang dalam sepekan terakhir, berikut adalah akumulasi kontribusi finansial yang berhasil dihimpun:
Kategori Hari Jumlah Pengunjung Total Capaian PNBP
Hari Biasa (Weekdays) 387 Orang Rp1.935.000,-
Hari Libur (Weekends) 536 Orang Rp4.020.000,-
TOTAL PNBP 923 Orang Rp5.995.000,-
Di sisi lain, perputaran dana dari porsi PAD Kabupaten Maros dari segmen ini sukses membukukan total pendapatan hingga Rp17.500.000,-, sebuah angka eksponensial untuk koridor kunjungan pelajar dalam masa satu pekan pasca-pemberlakuan tarif baru.
Rekomendasi ke Depan: Perketat Keamanan dan Gencarkan Sosialisasi Digital
Merespons tren pertumbuhan yang diprediksi akan terus menanjak ini, pihak manajemen dan dinas terkait mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis demi menjaga kenyamanan dan keselamatan para wisatawan:
Peningkatan Fasilitas & Keamanan: Mengingat adanya alokasi asuransi sebesar Rp1.000,– pada tiap tiket, pengelola diinstruksikan untuk memperketat pengawasan keselamatan (life guard dan personil keamanan) di area-area rawan seperti air terjun dan gua. Selain itu, penambahan fasilitas penunjang berbasis edukasi akan segera direalisasikan untuk menunjang kebutuhan studi lapangan para siswa dan mahasiswa.
Gebrakan Sosialisasi Digital: Untuk mempertahankan momentum positif ini, Disparpora Maros berencana memperluas jangkauan publikasi mengenai tarif khusus ini. Sosialisasi digital yang agresif akan menyasar sekolah-sekolah, komunitas pencinta alam, serta universitas-universitas di luar Kabupaten Maros, termasuk Kota Makassar dan kabupaten penyangga lainnya di Sulawesi Selatan.
Dengan sinergi kebijakan yang tepat sasaran ini, KWA Bantimurung tidak hanya sekadar menjadi lokomotif pendapatan daerah, tetapi juga berhasil mengukuhkan diri sebagai pusat rekreasi edukatif yang inklusif bagi generasi muda di Sulawesi Selatan.












