tujuhdetiknews.com, BONE – Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta pencegahan stunting. Upaya nyata tersebut diwujudkan melalui program pendampingan intensif bagi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Biru dan Puskesmas Awangpone, Kabupaten Bone.
Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Juli 2026 ini merupakan bagian dari Pelaksanaan Tugas Iney Fase II. Tim dosen turun langsung menyambangi rumah-rumah warga (door-to-door) bersama bidan penanggung jawab wilayah untuk memperkuat kepatuhan pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) atau Multiple Micronutrient Supplement (MMS).
Tidak sekadar memantau kesehatan, tim juga mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan kehamilan minimal enam kali sesuai standar, gizi seimbang, pengenalan tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, hingga Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif.
Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar, Citrawati, S.ST., M.Keb., mengungkapkan bahwa pendekatan berbasis kunjungan rumah efektif untuk memetakan kendala nyata di lapangan.
“Kunjungan rumah bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan ibu hamil dan keluarganya. Kami dapat menelusuri hambatan yang mereka alami, sehingga solusi yang diberikan menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga,” ujar Citrawati.
Ia menambahkan, keterlibatan keluarga merupakan kunci utama (support system) keberhasilan program kesehatan ibu, selain dari pelayanan faskes yang optimal.
Pendekatan humanis ini mendapat respons hangat dari warga. Edukasi langsung berhasil meluruskan berbagai mitos seputar kehamilan yang selama ini beredar di masyarakat.
“Dulu saya takut meminum tablet tambah darah karena tetangga mengatakan bisa kena darah tinggi. Setelah dijelaskan cara mengonsumsinya dan manfaatnya bagi saya dan bayi, saya akan minum sebentar malam,” aku salah satu ibu hamil di wilayah Puskesmas Biru.
Rasa tenang dan percaya diri juga dirasakan oleh peserta pendampingan lainnya. “Saya merasa lebih tenang karena setiap kali ada pertanyaan, kami bisa langsung berdiskusi dengan bidan dan tim dosen. Kami jadi tahu kapan harus segera ke puskesmas jika muncul tanda bahaya,” jelasnya.
Meski menunjukkan dampak positif terhadap kesadaran ibu hamil, tim di lapangan masih menemukan beberapa tantangan. Di antaranya kesibukan ibu bekerja, efek samping mual atau konstipasi, jarak hunian ke faskes, hingga dukungan anggota keluarga yang belum maksimal untuk mengantar berobat.
Catatan evaluasi ini nantinya akan diformulasikan bersama agar layanan kesehatan ibu berisiko tinggi makin mudah diakses. Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, puskesmas, kader, dan keluarga menjadi fondasi utama mewujudkan generasi masa depan yang bebas stunting.
Tim Pelaksana Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar:
- Sitti Mukarramah, S.SiT., M.Keb.
- Citrawati, S.ST., M.Keb.
- Syaniah Umar, S.SiT., M.Keb.
- Agustina Ningsih, S.ST., M.Kes.
- Dr. Hidayati, S.ST., M.Keb.
- Fitriati Sabur, S.SiT., M.Keb.
“Ibu Sehat, Bayi Sehat, Indonesia Kuat.”













