TujuhDetikNews,MAROS – Kesabaran warga Dusun Moncongjai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, tampaknya telah mencapai batas akhir. Terhitung tiga tahun sejak musibah banjir bandang menerjang dan merobohkan jembatan utama mereka, hingga kini belum ada tanda-tanda realisasi pembangunan dari pihak pemerintah setempat. Menanggapi kondisi tersebut, warga yang mendiami wilayah Puntabba menyatakan kesiapannya untuk turun ke jalan menyuarakan aksi damai.
Jembatan Puntabba bukan sekadar bangunan beton penyeberangan biasa, melainkan urat nadi kehidupan bagi ratusan jiwa di kawasan tersebut. Akses ini menjadi sarana vital bagi lalu lintas hasil pertanian warga yang mayoritas menggantungkan hidup sebagai petani, sekaligus alur utama perjalanan anak-anak melangkah menuju sekolah.
“Sudah tiga tahun lamanya kami hanya diberi janji manis bahwa jembatan ini akan dibangun kembali pascabencana banjir bandang. Kami warga Maros juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas umum yang layak demi kelangsungan hidup dan masa depan pendidikan anak-anak kami,” tegas salah satu perwakilan warga dalam pertemuan bersama warga sekitar.
Rencana aksi penagihan janji ini mengemuka setelah dilakukannya konsolidasi dan pertemuan lapangan antara masyarakat Puntabba dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KIPFA.RI. Warga menegaskan bahwa aksi yang akan dilakukan merupakan bentuk perjuangan murni demi kebangkitan perekonomian lokal dan kemudahan akses edukasi generasi muda mereka.
Menanggapi keluhan mendalam warga Desa Rompegading, Perwakilan LSM KIPFA.RI, Abd. Malik, menegaskan komitmennya untuk mendampingi dan mengawal perjuangan masyarakat hingga ke tingkat dinas terkait. Pihaknya siap memasang badan mengarahkan alur aksi menuju Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maros.
“Jika memang jalur aksi damai menjadi satu-satunya cara untuk mengetuk hati dan menagih komitmen pemerintah, kami dari LSM KIPFA.RI siap mengawal penuh jalannya aksi damai warga Desa Rompegading ke kantor PUPR Maros. Janji perbaikan infrastruktur yang hancur akibat banjir bandang ini harus segera direalisasikan, tidak boleh ditunda lagi,” pungkas Abd. Malik.
Aksi damai ini nantinya diharapkan menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Maros agar segera mengambil langkah konkrit dan memprioritaskan anggaran rekonstruksi Jembatan Puntabba demi kesejahteraan masyarakat Cenrana.(**)













