TujuhDetikNews, — JENEPONTO Poltekkes Kemenkes Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di Desa Borongtala, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi serta mengajak remaja putri peduli terhadap kesehatan diri dan bersama-sama mencegah anemia.
Mengusung tema “GLOW UP TANPA ANEMIA: Gerakan Remaja Putri Sehat, Cerdas, Aktif, dan Bebas Anemia”, kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Makassar yang terdiri dari Andi Syintha Ida, S.ST, M.Kes, Hj. Sitti Mukarramah, S.ST, M.Keb, dan Wirawati Amin, S.ST, M.Keb. Tim dosen juga dibantu oleh mahasiswa yang tengah mengikut praktik kerja lapangan (PKL) IPE/IPC di Desa Borongtala.
Edukasi tidak dikemas dalam bentuk penyuluhan satu arah yang kaku, melainkan melalui permainan interaktif, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Pendekatan ini terbukti efektif mencairkan suasana. Remaja putri yang semula canggung dan malu-malu menjadi lebih berani mengungkapkan pandangan dan pengalaman mereka.
Di awal sesi, para peserta diajak mengenali gejala yang kerap mereka alami sehari-hari, seperti mudah lelah, mengantuk, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga tubuh terasa tidak bertenaga. Berawal dari cerita pengalaman tersebut, tim pengabmas mengarahkan materi pada pemahaman mendalam tentang anemia serta pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan anemia, faktor risiko pada remaja putri, dampak anemia terhadap konsentrasi belajar, sumber makanan kaya zat besi, peran vitamin C dalam penyerapan nutrisi, hingga tata cara penggunaan Tablet Tambah Darah (TTD) yang benar.
Untuk memperkuat pemahaman, peserta diajak bermain “Mitos atau Fakta” serta “Setuju atau Tidak Setuju” guna meluruskan persepsi keliru terkait anemia dan TTD. Tak hanya itu, peserta juga berperan sebagai “TTD Detective” untuk memecahkan studi kasus seputar konsumsi TTD. Ditekankan pula bahwa TTD bukan hanya untuk mereka yang sudah terkena anemia, melainkan sebagai langkah pencegahan rutin.
Antusiasme peserta terlihat saat mereka secara sukarela mengajukan diri untuk mengikuti pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan menyatakan kesediaan mengonsumsi TTD secara teratur. Hal ini menandakan bahwa pendekatan edukasi yang komunikatif mampu memicu perubahan sikap nyata pada remaja.
Melalui gerakan ini, para remaja juga dibekali dengan lima aksi sederhana bertajuk “Anemia Fighter”:
- KNOW IT — Mengenali dan memahami apa itu anemia.
- EAT IT — Mengonsumsi makanan bergizi dan kaya zat besi.
- TAKE IT — Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran.
- CHECK IT — Rutin memeriksakan kondisi kesehatan dan kadar Hb.
- SHARE IT — Mengajak dan mengedukasi teman sebaya untuk mencegah anemia.
Kegiatan Pengabmas ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Makassar sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu langsung di tengah masyarakat.
Andi Syintha Ida, S.ST, M.Kes, selaku Ketua Tim Pengabmas menjelaskan bahwa definisi cantik dan menarik bagi remaja saat ini perlu diluruskan melalui edukasi kesehatan yang tepat.
“Glow up itu bukan hanya soal penampilan luar atau kosmetik. Glow up yang sebenarnya adalah ketika kita memiliki tubuh yang sehat, bertenaga, mampu belajar dengan baik, aktif berkarya, dan peduli pada kesehatan diri sendiri. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan warga Desa Borongtala, kami berharap para remaja putri di sini bisa menjadi agen perubahan (agent of change) bagi lingkungan sebayanya,” ujar Andi Syintha Ida.
Ia menambahkan, upaya pencegahan anemia pada remaja putri merupakan investasi jangka panjang. Mempersiapkan remaja putri yang sehat hari ini adalah bagian dari mencetak generasi perempuan dan calon ibu yang berkualitas demi masa depan bangsa. (**)













