MAROS – Kelangkaan serta gejolak antrean panjang warga yang berburu Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Maros selama sepekan terakhir kini mulai menunjukkan tren penurunan dan makin mereda.
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan pada Senin (14/9), pemandangan armada kendaraan yang mengular hingga memadati badan jalan di luar area SPBU sudah tidak terlihat lagi. Suasana di beberapa titik SPBU strategis di Maros kini tampak jauh lebih kondusif. Para pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, kini dapat melintas dan mengisi BBM sesuai kebutuhan tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam himpitan antrean.
Bia, salah seorang operator di SPBU Bandara Lama Maros, mengungkapkan adanya perbedaan situasi yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi sepekan lalu. Ia mengakui bahwa pihak pengelola sempat kewalahan merespons lonjakan konsumen yang datang secara bersamaan dalam kurun waktu yang hampir searah.
“Kondisi sebelumnya memang sangat padat. Untuk mengatasinya, seluruh nozel langsung kami fungsikan secara maksimal agar antrean bisa cepat terurai dan armada kendaraan tidak meluber hingga memakan bahu jalan raya,” ujar Bia saat ditemui di sela-sela aktivitas pelayanannya.
Langkah taktis memaksimalisasi operasional seluruh nozel pengisian tersebut terbukti ampuh meredam kemacetan lalu lintas di arteri utama sekitar SPBU. Saat ini, skema pelayanan operasional mulai kembali bergulir normal seiring dengan meredanya tekanan antrean warga. Pihak SPBU juga menegaskan bahwa pasokan distribusi BBM dari Pertamina terus mengalir lancar, sehingga ketersediaan stok di tangki pendam berada pada posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Maros dan sekitarnya.
Di sisi lain, guna menjaga ketertiban yang mulai kondusif ini, jajaran kepolisian dari Polres Maros turun langsung ke lokasi. Kehadiran personel kepolisian tidak hanya untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mengawal sosialisasi skema aturan Ganjil-Genap bagi kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU Bandara Lama. Kebijakan ini merupakan langkah strategis yang diterapkan berdasarkan instruksi langsung dari Gubernur Sulawesi Selatan guna mengendalikan distribusi dan mencegah penumpukan kendaraan di area SPBU.
Meski kebijakan dari orang nomor satu di Sulsel ini mulai dikenalkan, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara fleksibel mengingat belum seluruh pengendara memahami mekanisme teknisnya.
“Aturan ganjil genap ini merupakan instruksi Bapak Gubernur Sulsel yang kami terapkan. Namun saat ini kami tetap melayani warga, sebab pemberlakuan aturan ganjil-genap ini sifatnya masih sosialisasi dan belum semua masyarakat mengetahui teknis aturannya secara mendalam,” tambah Bia.
Guna mempercepat penyebaran informasi, seluruh operator SPBU juga telah diinstruksikan untuk turut aktif mengedukasi setiap pengendara yang melakukan pengisian di lapangan.
Adapun skema penyesuaian tersebut mendasarkan operasional pada penanggalan kalender. Sebagai contoh, karena hari ini memasuki tanggal 14 (angka genap), maka prioritas pelayanan diperuntukkan bagi kendaraan berplat nomor akhir genap. Sebaliknya, untuk besok yang jatuh pada tanggal ganjil, pengisian akan diprioritaskan bagi kendaraan dengan plat nomor akhir ganjil.
Melalui sinergi antara kepolisian, pengelola SPBU, instruksi pemerintah provinsi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat pengguna jalan, pelayanan distribusi BBM di wilayah Kabupaten Maros diharapkan dapat terus berjalan tertib, merata, serta bebas dari potensi kemacetan parah di masa mendatang.(**)













