MAROS — Respons cepat ditunjukkan oleh manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. La Palaloi Kabupaten Maros dalam menyikapi aduan serta keluhan masyarakat yang mencuat terkait pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Selasa, 27 Oktober 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, polemik ini bermula dari adanya keluhan keluarga pasien yang menduga terjadinya penolakan layanan, serta menyoroti cara penyampaian komunikasi oleh salah seorang petugas keamanan (security) yang dinilai kurang pantas dan tidak memenuhi standar etika pelayanan publik.
Menanggapi dinamika tersebut, pihak manajemen RSUD Dr. La Palaloi tidak tinggal diam. Dengan mengusung prinsip transparansi dan keterbukaan terhadap kritik publik, manajemen memandang setiap masukan dari masyarakat sebagai instrumen vital yang harus segera ditindaklanjuti secara objektif demi menjaga marwah institusi kesehatan serta memastikan mutu pelayanan tetap berada di level tertinggi.
Sebagai wujud langkah konkret dan komitmen nyata, jajaran pimpinan RSUD Dr. La Palaloi langsung menggelar rapat evaluasi internal secara maraton. Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Dr. La Palaloi dengan melibatkan pemangku kepentingan eksternal terkait, yakni manajemen vendor penyedia jasa pengamanan PT Alta Taruna, koordinator security, serta seluruh personel pengamanan yang bertugas di area rumah sakit.
Dalam arahannya pada rapat evaluasi tersebut, pihak manajemen melayangkan teguran keras kepada jajaran PT Alta Taruna. Manajemen menekankan bahwa seluruh personel yang bertugas di lingkungan rumah sakit—tanpa terkecuali, baik pegawai internal maupun tenaga alih daya dari pihak ketiga—wajib memegang teguh prinsip disiplin tinggi, etika komunikasi yang santun, sikap profesionalisme yang matang, serta kepatuhan mutlak terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Merespons teguran dan evaluasi ketat dari pihak rumah sakit, manajemen PT Alta Taruna langsung mengambil tindakan disipliner yang terukur. Petugas keamanan yang bersangkutan kini telah dijatuhi sanksi tegas berupa penonaktifan sementara atau dirumahkan, sembari dilakukan pembinaan intensif agar kejadian serupa tidak kembali mencoreng citra pelayanan institusi.
Manajemen RSUD Dr. La Palaloi kembali mengingatkan bahwa posisi dan peran petugas keamanan di lingkungan rumah sakit memiliki fungsi strategis yang tidak sekadar menjaga ketertiban fisik. Lebih dari itu, garda terdepan pengamanan ini sering kali menjadi titik kontak pertama (first impression) bagi pasien maupun keluarga pasien yang sedang berada dalam kondisi cemas dan membutuhkan pertolongan cepat. Oleh karena itu, pendekatan humanis, sikap yang komunikatif, responsif, serta tingginya tingkat empati menjadi harga mati yang wajib dikedepankan oleh setiap personel.
Terkait aspek penanganan medis di ruang IGD, manajemen juga menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan pelayanan sesuai dengan regulasi dan jalur klinis yang berlaku. Keselamatan pasien (patient safety) tetap diletakkan sebagai prioritas utama, di mana setiap pasien yang datang wajib memperoleh asesmen serta penanganan medis secara profesional berdasarkan tingkat kegawatdaruratan dan kondisi klinis riil mereka.
Direktur RSUD Dr. La Palaloi menyampaikan bahwa proses evaluasi komprehensif ini tidak semata-mata berorientasi pada penjatuhan sanksi administratif, melainkan dijadikan sebagai momentum strategis untuk melakukan pembenahan kultural di seluruh lini pelayanan. Harapannya, seluruh civitas hospitalia dan tenaga pendukung dapat terus meningkatkan kesadaran kolektif dalam memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan berpihak kepada kepentingan pasien.
Melalui keterangan resminya, manajemen RSUD Dr. La Palaloi turut menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas segala bentuk perhatian, koreksi, dan masukan konstruktif yang diberikan. Pihak rumah sakit berjanji akan terus memperketat fungsi pengawasan internal, memperbaiki kualitas komunikasi pelayanan publik, serta membangun ekosistem kerja yang profesional, humanis, dan berorientasi penuh pada kepuasan serta keselamatan masyarakat Kabupaten Maros dan sekitarnya. (Ac)












