MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui UPT Sentra Gau Mabbaji Gowa, Pemkab Maros resmi menyalurkan bantuan sosial bertajuk Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada para penyandang disabilitas serta kelompok rentan di wilayah Kabupaten Maros.
Agenda penyaluran bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas ini dipusatkan secara simbolis di Baruga A, Kompleks Kantor Bupati Maros, pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan penting tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, A. Zulkifli Riswan Akbar, serta perwakilan dari pihak kementerian.
Perwakilan UPT Sentra Gau Mabbaji Gowa, Nurlina, menjelaskan bahwa program Atensi yang digulirkan kali ini terbagi menjadi dua kategori utama. Langkah awal difokuskan pada penyediaan alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas sebanyak 51 unit. Berbagai perangkat penunjang mobilitas dan sensorik disalurkan sesuai dengan asesmen kebutuhan masing-masing penerima, mulai dari kursi roda standar maupun adaptif, tongkat penuntun adaptif, hingga alat bantu dengar berteknologi modern.
Di sisi lain, intervensi sosial juga menyasar kelompok rentan lewat pemberian dukungan modal kewirausahaan serta pemenuhan kebutuhan hidup layak. Proses distribusi untuk program kewirausahaan ini dilaksanakan secara terpusat melalui Kantor Pos Cabang Maros demi menjamin ketepatan sasaran.
Lebih lanjut, Nurlina merinci bahwa besaran bantuan disesuaikan secara proporsional berdasarkan hasil asesmen kebutuhan riil di lapangan. Untuk paket dukungan kewirausahaan, nominal bantuan berkisar di angka Rp4 juta per penerima. Sementara itu, alokasi dana untuk pemenuhan kebutuhan hidup layak berada di kisaran Rp1 juta.
Inisiatif komprehensif ini merupakan bagian dari misi besar Kementerian Sosial RI di bawah Direktorat Rehabilitasi Sosial. Tujuannya jelas: tidak sekadar meringankan beban ekonomi sesaat, melainkan mendorong kemandirian jangka panjang serta mendongkrak kualitas hidup penyandang disabilitas agar lebih berdaya saing di tengah masyarakat.
Menanggapi program sinergis ini, Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemensos RI beserta jajaran UPT Sentra Gau Mabbaji Gowa. Ia menilai kolaborasi lintas instansi ini sangat krusial dalam memperluas jangkauan jaring pengaman sosial di daerahnya. Orang nomor satu di Maros tersebut berharap kerja sama strategis ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan pada masa mendatang demi menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan.
“Semoga kolaborasi ini terus berjalan dalam membantu masyarakat kita, terutama kelompok rentan dan penyandang disabilitas di Kabupaten Maros,” tutur Chaidir Syam dengan penuh harap.
Kehadiran bantuan ini diyakini mampu memberikan dampak ganda yang positif. Selain meringankan beban kebutuhan dasar sehari-hari, paket modal usaha yang disertakan diharapkan mampu memantik semangat produktivitas, membuka peluang ekonomi mandiri, serta mengantar para penerima manfaat menuju taraf hidup yang jauh lebih baik dan mandiri. (**)













