MAROS — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan di Kabupaten Maros telah memasuki hari keempat. Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai metode di lapangan, mulai dari penyisiran darat, penyelaman di titik-titik yang dicurigai, hingga pengerahan alat untuk menguras kubangan air yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. Namun, hingga berita ini diturunkan, korban dilaporkan belum juga ditemukan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Towadeng, S.H., saat ditemui langsung di lokasi kejadian perkara (TKP), memberikan keterangan terkait perkembangan pencarian terkini. Ia menyampaikan bahwa memasuki hari keempat ini, seluruh personel gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas,BPBD serta relawan terus bekerja keras tanpa kenal lelah demi membuahkan hasil.
“Sudah hari keempat ini tim melakukan penyelaman dan pengurasan air di lokasi. Berbagai upaya maksimal telah kami kerahkan di lapangan, termasuk menerjunkan tim penyelam profesional serta menguras debit air di kubangan guna mempermudah jangkauan pencarian,” ujar Towadeng saat dikonfirmasi di TKP.
Meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan —seperti kondisi cukup menantang serta terbatasnya jarak pandang di dalam air— semangat para personel SAR gabungan tidak kendur. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memastikan setiap jengkal area pencarian dapat disisir secara teliti dan efektif.
Pihak BPBD Maros bersama unsur SAR gabungan berencana akan terus melanjutkan operasi pencarian ini dengan mengevaluasi strategi harian demi segera menemukan keberadaan korban, septa memohon doa dari masyarakat agar proses evakuasi dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil secepatnya. (Ac)













