MAROS — Memasuki hari keempat, operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Dusun Tombolo, Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, terus digenjot oleh tim SAR gabungan. Hingga saat ini, berbagai upaya maksimal dikerahkan di lapangan guna menemukan korban.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, Towadeng, S.H., menyampaikan bahwa tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas dan BPBD Maros telah bekerja secara maksimal sejak hari pertama kejadian.
“Upaya pencarian yang dilakukan rekan-rekan tim SAR gabungan selama beberapa hari ini sudah sangat maksimal. Hari ini, fokus penanganan kita lakukan dengan pengurasan air di titik-titik yang dicurigai menjadi tempat korban diduga tenggelam,” ujar Towadeng, S.H.
Dalam operasi hari keempat ini, strategi khusus diterapkan oleh tim di lapangan. Sejumlah mesin pengisap air atau pompa Alkon dikerahkan untuk menguras air di lokasi kejadian. Langkah ini diambil untuk mempermudah visibilitas dan penyisiran di area yang sebelumnya sulit dijangkau akibat debit air yang tinggi.
Selain pengurasan menggunakan mesin Alkon, tim SAR gabungan juga tidak berhenti melakukan penyisiran intensif di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menyusuri alur aliran air di sekitar lokasi hilangnya korban.
Sementara itu, pihak keluarga korban bersama warga setempat juga turut berupaya secara batiniah dengan melakukan berbagai macam ritual tradisional di sekitar lokasi kejadian, berharap agar proses pencarian ini segera membuahkan hasil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Andika dengan estimasi usia sekitar 17 tahun, yang hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Pihak berwenang bersama unsur SAR terus memohon doa dari masyarakat luas agar korban dapat segera ditemukan. Perkembangan lebih lanjut mengenai operasi SAR ini akan terus dikabarkan dari posko utama di lokasi kejadian. (Ac)













