MAROS — Pihak Konsultan Hukum Sekolah Alam Darul Istiqomah (SADIQ) dan Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Muh. Caidir Saputra, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Selatan beserta unsur TNI dan Kepolisian setempat. Apresiasi ini diberikan atas pengawalan ketat dan efisien yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan Launching SPIDI Makkah berjalan aman, tertib, dan lancar pada Sabtu (10/10/2026).
Acara berskala besar yang digelar di Balai Prajurit Manunggal, Kota Makassar tersebut melibatkan sekitar 1.500 peserta. Rombongan terdiri dari 750 siswa SADIQ dan 360 siswi SPIDI, yang didampingi oleh civitas akademika serta para pendamping.
Untuk memobilisasi massa sebanyak itu dari Kabupaten Maros menuju Makassar, skema keberangkatan diatur secara rapi sejak pukul 07.00 WITA. Sebanyak 9 unit bus dan 10 armada minibus dikerahkan untuk mengangkut 360 siswi SPIDI langsung dari area sekolah. Sementara itu, santri SADIQ bertolak dari kediaman masing-masing mendampingi orang tua mereka menuju lokasi acara.
Muh. Caidir Saputra menegaskan bahwa momentum kelancaran acara ini membuktikan betapa krusialnya jaminan keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas bagi para santri selama berkegiatan di luar lingkungan sekolah. Kehadiran aparat kepolisian dan TNI di lapangan dinilai sebagai bentuk nyata dari perlindungan negara terhadap hak-hak anak bangsa.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda Sulsel dan Intelkam Polda Sulsel beserta seluruh jajaran Polres dan Kodim 1422 atas pengawalan dan pengamanan kegiatan Launching SPIDI Makkah sehingga dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Muh. Caidir Saputra dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa langkah pengamanan ini bukan sekadar pengawalan lalu lintas biasa, melainkan bentuk pemenuhan hak mendasar para siswa untuk mengakses fasilitas pendidikan dan ekspresi akademis tanpa rasa cemas.
Meski pelaksanaan launching berjalan sukses dan kondusif, pihak konsultan hukum mengingatkan pentingnya konsistensi perlindungan terhadap keberlangsungan aktivitas pendidikan di SPIDI maupun SADIQ. Ungkapan apresiasi tersebut dibersamai dengan harapan agar peristiwa kelam berupa penghadangan dan perintangan jalan yang pernah terjadi sebelumnya tidak lagi terulang.
Sebagai catatan, pada 2 Oktober 2026 lalu, para siswi SPIDI sempat mengalami insiden perintangan akses jalan yang melibatkan pihak Istiqamah Maros. Aksi penghadangan bus sekolah tersebut memaksa para santriwati berjalan kaki menyusuri jalanan sejauh kurang lebih satu kilometer untuk bisa beraktivitas.
Caidir menegaskan, sengketa atau persoalan internal antarpihak mana pun tidak boleh mengorbankan anak-anak yang sedang menuntut ilmu. Hak anak untuk mendapatkan rasa aman harus ditempatkan di atas segala kepentingan.
“Keberhasilan kegiatan hari ini harus menjadi pengingat bahwa hak siswa untuk memperoleh rasa aman dan menjalankan aktivitas pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Tidak boleh ada persoalan antar pihak yang pada akhirnya mengorbankan kepentingan peserta didik dalam mengakses pendidikan,” tegas Caidir.
Melalui kelancaran agenda Launching SPIDI Makkah ini, pihak SADIQ dan SPIDI berharap sinergi positif antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum terus terjalin erat. Langkah preventif diharapkan senantiasa dikedepankan demi menjamin keamanan jalur akses sekolah, sehingga insiden serupa pada awal Oktober lalu tidak terjadi kembali di masa mendatang. (Ac)













