MAROS,Tujuhdetiknews – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bantimurung Kabupaten Maros saat ini tengah gencar melakukan pengerjaan relokasi jalur pipa distribusi air bersih. Langkah penataan ulang jaringan pipa ini dilakukan guna mendukung percepatan pengerjaan proyek pembangunan jembatan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan di wilayah Kabupaten Maros.
Relokasi pipa tersebut menjadi opsi mendesak agar jaringan lama tidak terhalang atau mengganggu pengerjaan fisik abutmen (bangunan bawah) jembatan. Langkah antisipatif ini diambil untuk memastikan bahwa proyek infrastruktur strategis daerah dapat berjalan lancar tanpa merusak fasilitas umum yang sudah ada.
Selain mendukung pengerjaan jembatan, proses relokasi ini sejatinya bertujuan jangka panjang agar ke depannya pasokan air bersih kepada ribuan pelanggan PDAM, khususnya yang berada di sepanjang Jalan Poros Jenderal Sudirman, Kecamatan Turikale, dan wilayah sekitarnya, tidak mengalami kendala teknis akibat dampak konstruksi.
Pelaksana Teknis Lapangan PDAM Maros, Arfan, mengungkapkan bahwa pengerjaan di lapangan memerlukan ketelitian tinggi karena melibatkan pemindahan jaringan pipa utama. Oleh karena itu, dampak sementara berupa penurunan debit hingga penghentian alir air tidak dapat dihindari di beberapa titik penyaluran.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan setia atas ketidaknyamanan ini. Saat ini tim teknis terus bekerja keras di lapangan agar penataan pipa segera rampung. Kami memperkirakan proses relokasi ini memakan waktu sekitar 3 hingga 4 hari,” ujar Arfan saat memberikan keterangan di lokasi pengerjaan, Selasa.
Arfan menambahkan, pihaknya mengupayakan agar masa pengerjaan dapat berjalan lebih cepat dari estimasi, sehingga suplai air bersih ke rumah-rumah warga dapat kembali normal sepenuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Bantimurung Kabupaten Maros, Shalahudin, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan tim pelaksana proyek jembatan Pemprov Sulsel. Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh tahapan relokasi pipa berjalan paralel dengan pengerjaan konstruksi jembatan tanpa menimbulkan kerugian di kedua belah pihak.
“Kami berupaya meminimalisir dampak gangguan pasokan air selama proses pengerjaan abutmen jembatan ini berlangsung. Manajemen juga telah menyiagakan langkah-langkah alternatif bila diperlukan penanganan darurat bagi wilayah yang terdampak paling signifikan,” jelas Shalahudin.
Pihak manajemen PDAM Tirta Bantimurung mengimbau kepada warga dan pelanggan di wilayah Kecamatan Turikale dan sekitarnya yang terdampak untuk menampung air secukupnya serta bijak dalam menggunakan air bersih selama masa pengerjaan relokasi berlangsung. (Ac)













