tujuhdetiknews.com, MAROS – Menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño, aksi tanggap cepat ditunjukkan oleh Tim Satker SDA OP III BBWS Pompengan Jeneberang. Berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Lekopancing dan IP3A Tanralili To Barania Kabupaten Maros, tim gabungan menggelar aksi Cari–Temukan–Eksekusi (CTE) di Daerah Irigasi (DI) Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Rabu (29/7/2026).
Langkah konkrit ini dilakukan setelah tim mengidentifikasi titik terdampak di Saluran Induk Lekopancing (BL 5) yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Tanpa menunda waktu, solusi langsung dieksekusi di lapangan demi memulihkan dan menjaga pasokan air irigasi petani.
Dalam aksi kolaboratif ini, BBWS Pompengan Jeneberang menerjunkan bantuan unit Pompa Air 4 inci yang dilengkapi selang hisap 10 meter serta selang buang 50 meter, menyedot langsung sumber air dari Sungai Lekopancing di hilir bendung.
Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Desa bersama para petani P3A setempat yang menyokong operasional pompa, mulai dari penyediaan BBM, perawatan, hingga pengamanan alat. Tak ketinggalan, Dinas Pertanian Kabupaten Maros menyuplai tambahan selang buang sepanjang 250 meter agar aliran air sanggup menjangkau hingga ke saluran tersier.
Sinergi lintas sektor di lapangan ini melibatkan Koordinator Wilayah Kab. Maros (Muh. Safar), Juru Saluran Induk (Suardi), PPA Intake Saluran Induk & BL.5 (Agus, Gaffar, Halim), Staf & Pengamat DI Lekopancing (Parisal, Linda Patta, Amin, Pabli), Ketua IP3A Tanralili To Barania (Anis), Pemerintah Desa Lekopancing (Kepala Desa Kaluddin Dg. Rapi), PPL Pertanian, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Selamatkan Potensi Hasil Panen Ratusan Ton
Berkat arahan langsung dan kepemimpinan Kasatker / PPK OP SDA III, Fitrah Suhartanto, gerakan CTE ini berhasil menyelamatkan sekitar 25 hektar lahan pertanian yang terancam gagal panen akibat kekeringan.
“Alhamdulillah, di saat-saat kritis akibat cuaca ekstrem El Niño ini, kami mampu menangani dan menyelamatkan lahan sawah padi seluas 25 hektar. Ini setara dengan potensi 150 ton Gabah Kering Giling (GKG) yang dapat menopang kebutuhan pangan sekitar 800 hingga 900 orang selama satu tahun,” ungkap Fitrah Suhartanto di lokasi aksi.
Ia menegaskan bahwa komitmen tim tidak berhenti pada sekadar identifikasi masalah, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.
“Kerja-kerja nyata kami tidak akan berhenti pada identifikasi masalah, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata untuk memastikan kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi, khususnya di wilayah kewenangan BBWS Pompengan Jeneberang. Kami bukan Super Hero, tapi kami Super Tim,” tegasnya optimistis.
Aksi tanggap darurat ini juga sejalan dengan imbauan Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, agar Pemerintah Kabupaten Maros bergerak cepat merespons keluhan para petani yang terdampak fenomena kekeringan El Niño, sebagaimana ditegaskan oleh Ketua IP3A Tanralili To Barania, Anis.
Melalui sinergi kuat antarinstansi ini, produktivitas pertanian di Kabupaten Maros diharapkan tetap terjaga meski berada di tengah ancaman musim kemarau ekstrem.













