MAROS– Sebagai upaya antisipasi terhadap genangan air dan banjir di musim penghujan, warga di sepanjang Jalan A. Nurdin Sanrima, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menggelar aksi kerja bakti massal. Fokus utama dalam kegiatan ini adalah pembersihan gorong-gorong dan selokan yang mengalami penyumbatan parah.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi drainase yang sangat memprihatinkan sebelum dibersihkan. Penumpukan sampah domestik, mulai dari plastik hingga limbah rumah tangga lainnya, memenuhi rongga selokan. Hal ini mengakibatkan arus air terhambat total, yang memicu kekhawatiran warga akan terjadinya luapan air ke jalanan dan pemukiman saat intensitas hujan meningkat.
Aksi bersih-bersih ini tidak dilakukan warga sendirian. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh (backup) dari personil Tim Satgas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros.
Dengan peralatan lengkap, tim Satgas bersama warga turun langsung ke dalam parit untuk mengangkat sedimen lumpur dan tumpukan sampah yang menyumbat aliran.
Keterlibatan Satgas Kebersihan ini menjadi krusial untuk mempercepat proses evakuasi sampah dalam volume besar yang sulit ditangani secara manual oleh warga setempat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi wilayah lain di Kabupaten Maros untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, A. Irfan, , memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga Jalan A. Nurdin Sanrima. Menurutnya, kesadaran kolektif seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjaga infrastruktur kota tetap berfungsi dengan baik.
“Kami mengapresiasi langkah cepat warga di Kecamatan Turikale ini. Penyumbatan gorong-gorong akibat sampah adalah masalah klasik yang harus kita selesaikan bersama. Kami dari DLH, melalui Satgas kebersihan , akan selalu siap mem-backup kegiatan warga yang bersifat positif bagi lingkungan,” ujar A. Irfan.
Beliau juga menambahkan bahwa penumpukan sampah di selokan bukan hanya soal estetika kota, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan dan potensi bencana banjir. Ia pun menghimbau agar masyarakat tidak lagi menjadikan selokan sebagai tempat pembuangan sampah akhir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan aliran air di wilayah Jalan A. Nurdin Sanrima kembali lancar. Warga setempat juga berkomitmen untuk menjaga kebersihan drainase secara berkelanjutan agar peristiwa penyumbatan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Aksi nyata ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Maros bahwa menjaga kebersihan saluran air adalah tanggung jawab bersama guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas banjir.













