tujuhdetiknews.com , MAROS. — UPTD Puskesmas Mandai bersiap mengambil langkah akseleratif dalam mendukung pencapaian target Eliminasi Tuberkulosis (TBC) Tahun 2030. Melalui inovasi dan komitmen pelayanan, Puskesmas Mandai bakal meluncurkan program “Skrining TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tingkat Kabupaten Maros Tahun 2026”.
Rangkaian kegiatan medis terpadu ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap di 12 lokus strategis yang tersebar di wilayah Kecamatan Mandai. Momentum peluncuran resmi (launching) perdananya akan dipusatkan di Aula Kantor Camat Mandai pada Jumat, 7 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WITA.
Peluncuran program ini dipastikan semakin istimewa lantaran bakal dipantau dan ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan II Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR.
Selain memantau jalannya pemeriksaan medis dan penggunaan teknologi medis canggih seperti X-Ray Portable (foto rontgen dada cepat dan akurat), Wamenkes RI dijadwalkan menggelar ruang dialog interaktif bersama warga dan tenaga kesehatan. Sesi ini ditujukan untuk menyerap aspirasi serta memetakan secara langsung berbagai hambatan dan tantangan penanganan TBC di daerah.
Tindak Lanjut Arahan Kemenkes dan Pelacakan Kontak Aktif
Langkah terobosan yang diusung UPTD Puskesmas Mandai ini merupakan bentuk komitmen konkret dalam menindaklanjuti arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Fokus utamanya adalah memperkuat penemuan kasus TBC secara aktif melalui metode contact tracing—yakni pelacakan ketat terhadap kontak erat dan kontak serumah dari pasien TBC yang terdaftar pada Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).
Kepala UPTD Puskesmas Mandai, dr. Fatmawaty, S.Ked., M.Kes., menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai gerakan terpadu yang mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional dengan mengacu pada petunjuk teknis (Juknis) Kemenkes RI terkait Penemuan Kasus Tuberkulosis yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” jelas dr. Fatmawaty.
Layanan Lengkap Tanpa Biaya bagi Masyarakat
Melalui kolaborasi program “Sipakatau” (Skrining, Periksa, & Obati Tuberkulosis Sampai Sembuh) serta integrasi CKG, masyarakat umum dan kelompok kontak berisiko dapat menikmati rangkaian fasilitas pemeriksaan kesehatan komprehensif secara GRATIS, antara lain:
- Pendataan & Edukasi Kesehatan: Sosialisasi mendalam mengenai bahaya TBC, pola hidup bersih, serta langkah pencegahan penularan.
- Skrining Dini & Diagnosis Komprehensif: Pemeriksaan kesehatan dasar, skrining gejala, serta penegakan diagnosis menggunakan teknologi X-Ray Portable (Rontgen Dada) yang cepat dan akurat.
- Pengobatan & Terapi Pencegahan: Pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) gratis hingga tuntas bagi warga yang terdiagnosis, serta Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak berisiko.
Hapus Stigma, Wujudkan Bebas TBC
Selain mempercepat intervensi medis, program terintegrasi ini juga mengusung misi sosial untuk mengikis stigma negatif dan diskriminasi yang kerap dialami oleh para penderita TBC di lingkungan sosial.
Menutup keterangannya, dr. Fatmawaty mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Kecamatan Mandai dan sekitarnya, untuk tidak ragu hadir serta memanfaatkan momentum layanan kesehatan gratis ini.
“TBC Bisa Dicegah. Skrining Dini, Selamatkan Negeri. Sehatkan Diri, Sehatkan Keluarga. Mari bersama kita deteksi dini, obati tuntas, menuju Indonesia Bebas TB!” pungkasnya.













