TujuhDetikNews, MAROS — SI jago merah mengamuk dan melahap habis sebuah gudang penyimpanan milik PT Sang Hyang Seri yang berlokasi di Jalan Poros Kariango, Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Musibah kebakaran yang terjadi pada pagi hari ini sempat membuat warga sekitar panik lantaran kobaran api yang membesar dengan cepat akibat tiupan angin kencang.
Peristiwa ini diperkirakan bermula sekitar pukul 09.30 WITA. Salah seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian, Ahmad, menceritakan bahwa musibah tersebut berawal dari munculnya kepulan asap hitam pekat dari area gudang.
“Awalnya hanya terlihat gumpalan asap hitam. Namun karena angin saat itu bertiup sangat kencang, tidak lama kemudian api langsung berkobar besar. Warga sekitar langsung panik dan saling berteriak minta tolong untuk segera menghubungi pihak DAMKAR Maros,” ujar Ahmad di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api diduga berawal dari racun tikus jenis tiran yang dikenal sangat mudah terbakar yang tersimpan di sekitar gudang. Selain itu, pemicu awal api juga disinyalir berasal dari kebakaran lahan di sekitar lokasi yang merembes hingga membakar area gudang. Material yang mudah terbakar di dalam gedung serta faktor cuaca panas dan berangin membuat api dengan cepat merambat ke bagian gudang penyimpan bibit padi di sekitarnya.
Kepala Gudang PT Sang Hyang Seri, Junaidi, menjelaskan bahwa bangunan utama yang ludes dilahap api merupakan gudang penyimpanan peralatan bekas, beberapa jenis bahan kimia/racun, serta sejumlah dokumen dan arsip penting.
“Gudang yang terbakar habis itu utamanya berisi alat-alat bekas, racun, dan arsip. Sementara untuk gudang benih yang berada di sebelahnya ikut terdampak, namun sebagian besar masih bisa diselamatkan. Meski begitu, diperkirakan ada sekitar 30 ton benih padi yang ikut terbakar bersama dua unit mobil yang terparkir di dalam gudang,” ungkap Junaidi.
Akibat musibah ini, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Proses pemadaman berlangsung dinamis. Petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) DAMKAR Maros bergerak cepat begitu menerima laporan warga. Kepala Dinas DAMKAR Kabupaten Maros, H. Jufri Samad, membenarkan kronologi masuknya laporan mengenai musibah tersebut.
“Pada pukul 09.30 WITA, kami awalnya menerima laporan adanya kebakaran lahan. Selang beberapa saat kemudian, masuk laporan lanjutan bahwa api telah merembes dan membakar gudang. Isi gudang yang berisikan bahan mudah terbakar serta kondisi cuaca saat ini mempercepat penyebaran api,” jelas H. Jufri Samad.
Untuk mengendalikan amukan si jago merah, DAMKAR Maros menerjunkan sedikitnya tujuh unit armada pemadam kebakaran, yang terdiri dari 6 unit mobil pemadam dari Mako DAMKAR Maros dan 1 unit bantuan dari Sektor Tanralili. Berkat kesiapsiagaan armada dan petugas TRC di lapangan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu sekitar satu jam.
Menyikapi insiden ini, Kadis DAMKAR Maros, H. Jufri Samad, mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih waspada, terutama di tengah kondisi cuaca yang ekstrem. Warga diminta untuk tidak membakar sampah secara sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, guna meminimalisir potensi terjadinya bencana kebakaran serupa. (*)












