MAROS – Suasana tenang di kawasan Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI) Pesantren Darul Istiqomah, Kabupaten Maros, mendadak berubah mencekam. Konflik internal yang telah bergejolak selama sepekan terakhir bukannya mereda, melainkan kian memanas hingga berujung pada aksi saling dorong antarkelompok di dalam kawasan pesantren yang berlangsung dramatis hingga subuh hari.
Eskalasi ketegangan yang memuncak sejak malam hingga menjelang fajar tersebut membuat situasi di area pondok semakin tak terkendali. Gesekan fisik dan ketegangan antarpihak yang berselisih tak hanya memperkeruh suasana, tetapi juga berdampak langsung pada psikologis para santriwati serta mengganggu secara total proses belajar mengajar yang seharusnya berlangsung kondusif.
Situasi ketidakpastian ini memicu keprihatinan mendalam dari jajaran tenaga pengajar di lingkungan pesantren. Salah seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi bahwa dinamika internal yang bergejolak ini telah berlangsung selama seminggu penuh tanpa ada sinyal penyelesaian dari pihak-pihak yang berselisih.
“Sudah sepekan masalah ini bergulir dan jujur saja belum ada titik temu atau penyelesaian yang jelas. Puncaknya aksi saling dorong yang terjadi sampai subuh tadi sangat mengejutkan kami. Konsentrasi kami mengajar jelas terpecah, dan yang paling kasihan tentu anak-anak karena aktivitas belajar mereka jadi tidak maksimal,” ungkapnya dengan nada penuh kekhawatiran.
Dampak dari ketegangan yang terus berlarut dan diwarnai aksi fisik ini tak lagi hanya dirasakan oleh internal pengelola dan pengajar, tetapi juga memantik keresahan luar biasa di kalangan orang tua santri. Banyak dari mereka mengaku cemas akan keselamatan fisik, masa depan pendidikan, serta kenyamanan psikologis anak-anak mereka yang tengah menimba ilmu di pondok.
Salah satu orang tua santri menyampaikan rasa kecewanya atas ketidakjelasan situasi yang kian mengkhawatirkan ini. Ia mengaku sangat takut jika dinamika internal lembaga yang berujung pada keributan hingga dini hari tersebut sampai mengorbankan keselamatan dan hak anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang aman.
“Kami mempercayakan anak-anak kami di sini untuk belajar dengan tenang. Kalau konflik internal ini dibiarkan memanas terus hingga ada aksi saling dorong sampai subuh tanpa solusi cepat, tentu kami sebagai orang tua sangat khawatir akan keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan sekolah mereka,” ujarnya tegas.
Hingga berita ini diturunkan, dinamika di SPIDI Pesantren Darul Istiqomah Maros masih terus berkembang dan dalam pengawasan ketat. Para pengajar dan orang tua murid mendesak pihak pengurus, yayasan, serta aparat terkait untuk segera mengambil langkah tegas, duduk bersama menurunkan tensi, dan menyelesaikan perselisihan secara bijaksana demi memprioritaskan keselamatan dan kepentingan belajar para santri. (**)













