SULSEL, Makassar – Upaya meningkatkan mutu pendidikan kebidanan terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar sukses menyelenggarakan Faculty Development Program (FDP) bagi dosen pendidikan kebidanan dan Clinical Instructor (CI) pada 22–27 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi IMPACT (Canada–Indonesia Partnership for Advancing Competency Based Midwifery Education) yang didukung oleh United Nations Population Fund (UNFPA) dan Global Affairs Canada (GAC) dalam mendukung transformasi pendidikan kebidanan berbasis kompetensi di Indonesia.
Pelatihan diikuti oleh 28 peserta yang terdiri atas dosen internal Poltekkes Kemenkes Makassar, dosen dari berbagai institusi pendidikan kebidanan di Sulawesi Selatan, serta Clinical Instructor dari rumah sakit, puskesmas, dan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB).
Selama enam hari, peserta mengikuti pembelajaran yang memadukan teori, diskusi, simulasi, microteaching, dan penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan di institusi masing-masing.
Ketua Panitia, Hj. Sitti Mukarramah, SST., M.Keb., menjelaskan bahwa Faculty Development Program merupakan strategi penting untuk memperkuat kapasitas dosen dan pembimbing klinik dalam menghasilkan lulusan bidan yang kompeten sesuai tuntutan pelayanan kesehatan saat ini.
“Esensi utama Faculty Development Program adalah membangun pemahaman tentang constructive alignment, yaitu menyelaraskan capaian pembelajaran lulusan (CPL), strategi pembelajaran, metode asesmen, dan pengalaman belajar mahasiswa. Ketika seluruh komponen tersebut selaras, proses pendidikan akan lebih efektif dalam menghasilkan bidan profesional yang memenuhi standar kompetensi nasional maupun internasional,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan constructive alignment merupakan implementasi kurikulum berbasis capaian (Outcome-Based Education/OBE). Oleh karena itu, setiap tahapan pembelajaran harus dirancang untuk memastikan ketercapaian CPL secara optimal.
Lulusan yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia.
Pelatihan berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang tinggi. Diskusi interaktif, simulasi pembelajaran, serta berbagi praktik baik antarinstitusi menjadi bagian penting dalam memperkaya pengalaman belajar peserta.
Salah satu peserta internal, Subriah, SST., M.Kes., menilai pelatihan ini memberikan wawasan yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran.
“Pelatihan ini membantu kami merancang pembelajaran yang lebih berpusat pada mahasiswa serta menyelaraskan strategi pembelajaran dengan capaian pembelajaran lulusan.”
Senada dengan itu, Andi Syintha Ida, SST., M.Kes., menyampaikan bahwa pelatihan juga memperkuat kolaborasi antarpendidik.
“Kami memperoleh pengalaman menyusun pembelajaran yang lebih sistematis, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, sekaligus belajar dari praktik baik berbagai institusi.”
Peserta eksternal, Bdn. Delfiani, M.Keb., dosen Universitas Graha Edukasi Makassar, menilai pelatihan ini menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat jejaring dan berbagi inovasi pembelajaran.
“Program ini memberikan banyak strategi pembelajaran berbasis kompetensi yang dapat kami adaptasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan kebidanan di institusi masing-masing.”
Sementara itu, Dr. Bdn. Fitriani, SST., SKM., M.Kes., M.Keb., dosen STIK Makassar YAPMA, menilai materi mengenai constructive alignment menjadi salah satu kekuatan utama pelatihan.
“Pelatihan ini memperjelas bagaimana menyelaraskan CPL, strategi pembelajaran, dan asesmen sehingga lulusan benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam praktik kebidanan.”
Perspektif dari wahana praktik disampaikan oleh Bd. Anastasia Sengkey, S.Tr.Keb., Clinical Instructor dari Puskesmas Pallangga. Menurutnya, pelatihan memberikan pemahaman komprehensif tentang pentingnya pembelajaran klinik yang terstruktur.
“Pendampingan mahasiswa di lahan praktik perlu dilakukan melalui tahapan pre-conference, conference, dan post-conference yang diakhiri dengan refleksi.
Kami berharap UNFPA-GAC juga dapat mendukung pelatihan khusus bagi Clinical Instructor agar pembelajaran klinik semakin terstandar dan berkualitas.”
Melalui Pelatihan Faculty Development Program ini, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar bersama UNFPA dan Global Affairs Canada menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan kebidanan berbasis kompetensi.
Penguatan kapasitas dosen dan Clinical Instructor diharapkan mampu menghasilkan bidan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global. Investasi pada peningkatan mutu pendidikan kebidanan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional, khususnya percepatan penurunan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak di Indonesia.













